Pati, penasuara.com – Pembangunan infrastruktur jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dinilai memberikan dampak signifikan dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat distribusi barang dan jasa di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Keberadaan program tersebut juga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di kawasan pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi dan konektivitas.
Komitmen untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis konektivitas itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri peresmian Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan secara daring dari Pendopo Kabupaten Pati.
Peresmian program yang mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer tersebut dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto dan dipusatkan di Sampang.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program Inpres Jalan Daerah merupakan instrumen strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di tengah keterbatasan kapasitas fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan pusat-pusat aktivitas baru, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program Inpres Jalan Daerah sangat membantu pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan konektivitas wilayah. Sebagaimana arahan Presiden, pembangunan jalan harus mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru yang terhubung dari pedesaan hingga perkotaan,” ujar Luthfi 24/06/2026.
Melihat dampak positif yang telah dirasakan masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengarahkan usulan program IJD pada tahap berikutnya untuk mendukung konektivitas kawasan strategis, khususnya sektor pariwisata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata, serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Dengan semakin baiknya kualitas infrastruktur jalan, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik diharapkan menjadi lebih efisien, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















