Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Hukum & KriminalKepulauan RiauNews

Pasca-Operasi Bareskrim Polri: Aktivitas Malam Batam Meredup, Satu THM Terpantau Masih Beroperasi

74
×

Pasca-Operasi Bareskrim Polri: Aktivitas Malam Batam Meredup, Satu THM Terpantau Masih Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Pasca-Operasi Bareskrim Polri: Aktivitas Malam Batam Meredup, Satu THM Terpantau Masih Beroperasi
banner 468x60

Batam, penasuara.com – Suasana malam di Kota Batam, khususnya di kawasan niaga dan hiburan seperti Nagoya dan Jodoh, belakangan ini terasa jauh lebih lengang dari biasanya. Penurunan drastis aktivitas masyarakat ini merupakan imbas langsung dari operasi penertiban berskala besar terkait dugaan peredaran narkoba yang dilakukan oleh tim Bareskrim Mabes Polri di wilayah Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan lapangan awak media pada Rabu (27/8/26) dini hari, dampak penertiban tersebut sangat terasa di sektor ekonomi akar rumput. Mayoritas Tempat Hiburan Malam (THM) dan Gelanggang Permainan (Gelper) yang biasanya menjadi magnet keramaian tampak menutup rapat pintunya.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi ini berimbas langsung pada omzet para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan nasib dari denyut kehidupan malam Batam. Jika biasanya para pedagang makanan dan minuman di sekitar kawasan tersebut beroperasi hingga pukul 04.00 WIB, kini banyak dari mereka terpaksa gulung tikar lebih awal, yakni sekitar pukul 01.00 WIB, akibat sepinya pembeli.

“Pengunjung drastis berkurang sejak ada operasi penutupan itu. Karena sepi, kami terpaksa tutup lebih awal daripada merugi,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah tutupnya mayoritas tempat hiburan malam akibat pengawasan ketat aparat, pantauan awak media di lapangan mendapati pemandangan berbeda di area Diskotik Pacific Place. Tempat hiburan tersebut terpantau masih menunjukkan aktivitas operasional.

Dari pengamatan pada Rabu dini hari, terlihat sejumlah pengunjung masih berlalu-lalang keluar masuk dari lokasi tersebut hingga menjelang pagi. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat saat ini aparat penegak hukum sedang gencar melakukan evaluasi dan penertiban terhadap operasional THM di seluruh penjuru kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait alasan operasional tempat tersebut di tengah penertiban massal yang sedang berlangsung.

Guna menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan mempedomani Kode Etik Jurnalistik (KEJ), awak media saat ini tengah berupaya memohon konfirmasi resmi.

Awak media menyediakan ruang hak jawab dan sedang berupaya menghubungi:

1. Pihak Manajemen Diskotik Pacific Place (Terkait status operasional).

2. Polda Kepri dan Polresta Barelang.

3. Bareskrim Mabes Polri (Terkait keberlanjutan operasi di wilayah Kepri).

4. Pemerintah Kota Batam melalui Satpol PP (Terkait pengawasan perizinan THM).

Awak media akan terus memperbarui informasi ini setelah mendapatkan pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait.

. (Tim Investigasi)

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!