Maluku,penasuara.com-Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonreli menggelar kegiatan Pelatihan UMKM Pembuatan Nugget Kelor, sebagai wujud pengabdian sekaligus langkah nyata mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan bahan pangan yang melimpah di lingkungan masyarakat 12-08-2026
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini dilaksanakan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Wonreli serta Ibu-ibu Kader Posyandu Pelangi Harapan Desa Wonreli. Para peserta terlibat langsung dalam seluruh proses pengolahan, mulai dari persiapan bahan hingga pembentukan adonan nugget berbahan dasar daun kelor.
Ketua Kelompok KKN Desa Wonreli, Dharma Oratmangu, menjelaskan pelatihan ini bertujuan membuka wawasan masyarakat terhadap potensi bahan pangan lokal yang mudah diperoleh namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan kelor, tetapi juga dapat melihat peluang usaha dari bahan pangan lokal yang mudah diperoleh. Ke depannya, produk seperti nugget kelor dapat dikembangkan menjadi salah satu produk UMKM Desa Wonreli,” ujar Dharma.
Sementara itu, Ibu A. Marcus, selaku Ketua TP-PKK Desa Wonreli, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan pengolahan pangan lokal seperti nugget kelor dapat memberikan keterampilan tambahan bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif di desa.
Kegiatan berlangsung secara praktik menyeluruh: peserta diajak mengenal bahan, menyiapkan daun kelor, mencampur bahan, membentuk adonan, hingga proses pengolahan menjadi nugget siap masak. Dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN, diharapkan para peserta mampu mempraktikkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Selain bernilai ekonomi, nugget kelor juga merupakan alternatif pangan bergizi. Pemanfaatan daun kelor yang dikenal kaya manfaat, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga yang sehat dan terjangkau.Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, TP-PKK, dan kader Posyandu, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti di satu kegiatan, melainkan menjadi langkah awal pengembangan produk UMKM berbasis potensi lokal. Nugget kelor diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta menambah nilai ekonomi terhadap sumber daya alam yang ada di Desa Wonreli.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















