Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Musim Kemarau Perparah Pendangkalan, Waduk Delingan Karanganyar Alami Penyusutan Air Signifikan

79
×

Musim Kemarau Perparah Pendangkalan, Waduk Delingan Karanganyar Alami Penyusutan Air Signifikan

Sebarkan artikel ini
Musim Kemarau Perparah Pendangkalan, Waduk Delingan Karanganyar Alami Penyusutan Air Signifikan
banner 468x60

Karanganyar, penasuara.com – Memasuki musim kemarau, kondisi air di Waduk Delingan mengalami penyusutan yang cukup signifikan.

Hamparan tanah mengering dengan retakan-retakan yang terlihat di sejumlah titik kini mendominasi sebagian kawasan waduk, menggambarkan menurunnya kapasitas tampung akibat sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Air yang biasanya menggenangi waduk bersejarah tersebut kini menyusut drastis, menyisakan cekungan-cekungan kering di berbagai area. Kondisi ini tidak hanya mengubah lanskap waduk, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap fungsi utamanya sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di wilayah sekitar.

Waduk Delingan merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air bersejarah yang dibangun pada masa Pemerintah Hindia Belanda pada periode 1920 hingga 1923 dan mulai dioperasikan pada tahun 1927. Selama hampir satu abad, waduk ini berperan penting dalam mendukung kebutuhan air pertanian masyarakat Karanganyar.

Baca juga :  Teladan Aparat Mengabdi, Aipda .yadi RT 02 RW 07 Tirtayasa Regensi Gerakkan Kebersihan Dan Keamanan Lingkungan

Namun seiring berjalannya waktu, waduk tersebut menghadapi persoalan serius berupa pendangkalan akibat akumulasi material sedimen yang terus masuk dari daerah tangkapan air. Penumpukan lumpur yang berlangsung dalam jangka panjang menyebabkan kapasitas tampung waduk terus menurun dari kondisi idealnya.

Saat ini, daya tampung Waduk Delingan tercatat sekitar 3,14 juta meter kubik. Sementara itu, setiap tahun puluhan ribu meter kubik material sedimen terus mengendap di dasar waduk. Kondisi tersebut semakin mempercepat proses pendangkalan dan mengurangi kemampuan waduk dalam menampung air, terutama saat musim penghujan.

Baca juga :  HOAX: Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari, Komdigi Pastikan Layanan Normal

Lurah Delingan, Kasmanto, mengatakan kondisi waduk menjadi semakin memprihatinkan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya. Menurutnya, penyusutan volume air yang terjadi tidak hanya berdampak pada ekosistem waduk, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasokan air untuk sektor pertanian yang selama ini bergantung pada keberadaan waduk tersebut 22/06/2026.

Berbagai pihak berharap upaya penanganan sedimentasi dan konservasi daerah tangkapan air dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga :  Sidak ke SPN Polda Sulbar, Kapolda Pastikan Sistem Belajar Mengajar dan Fasilitas Penunjang Siap Maksimal

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan fungsi Waduk Delingan sebagai salah satu penopang ketahanan air dan pertanian di Kabupaten Karanganyar, sekaligus melestarikan aset bersejarah yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!