Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
MalukuNews

DUSUN AMAORI DESA PASSO,ANTARA GUNUNG SAMPAH DAN BERKAH HIDUP BAGI WARGA

114
×

DUSUN AMAORI DESA PASSO,ANTARA GUNUNG SAMPAH DAN BERKAH HIDUP BAGI WARGA

Sebarkan artikel ini
DUSUN AMAORI DESA PASSO,ANTARA GUNUNG SAMPAH DAN BERKAH HIDUP BAGI WARGA
banner 468x60

Maluku,Pewatramedia.com-Dusun Amaori yang berada di wilayah Desa Passo, Kecamatan Teluk Ambon, merupakan lokasi yang dikenal sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bagi seluruh Kota Ambon. Keberadaan tumpukan sampah yang menumpuk di sana selama bertahun-tahun ternyata menyimpan cerita unik dan menjadi sumber penghidupan tersendiri bagi masyarakat yang menetap di wilayah ini.

Bagi warga Dusun Amaori, keberadaan gunungan sampah ini justru dianggap sebagai berkah tersendiri, terutama bagi para peternak babi dan pelaku usaha lainnya. Pasalnya, bahan pakan ternak dapat ditemukan dengan mudah di lokasi tersebut, sehingga meringankan beban biaya pemeliharaan hewan ternak mereka.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di tengah lokasi itu juga berdiri kokoh Unit Pengolahan Sampah Terpadu yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Fasilitas ini bukan sekadar tempat membuang limbah, melainkan telah menjadi tumpuan hidup dan sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi warga Amaori selama bertahun-tahun.

Baca juga :  Polsek Sumobito Lakukan Peninjauan Lahan Tanaman Jagung Binaan, Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan

Diketahui, masyarakat yang mendiami Dusun Amaori merupakan warga pindahan yang berasal dari beberapa lokasi terdampak, yaitu wilayah Benteng Karang Lama,
Pemukiman ini terbentuk pasca peristiwa kerusuhan yang melanda Kota Ambon beberapa waktu lalu, sehingga mereka membangun kehidupan baru di wilayah pemukiman ini yang kini dikenal juga dengan sebutan Benteng Karang Baru yang warganya rata rata berasal dri Maluku barat daya, pulau Leti, Kisar, dan lain lain.

Baca juga :  Tradisi Robo-robo Adalah Salah Satu Warisan Budaya Turun-temurun.

Secara umum, mata pencaharian utama warga di lingkungan ini bervariasi. Sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak, sementara sebagian lainnya beraktivitas sebagai pemulung atau pengumpul barang bekas yang bernilai ekonomi dari tumpukan sampah.

Meski lokasinya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah berskala besar, keberadaan fasilitas ini justru menjadi anugerah yang nyata bagi warga sekitar. Kehadiran sampah yang terus mengalir ke lokasi ini membuka peluang ekonomi, mulai dari bahan pakan ternak hingga hasil daur ulang yang dapat diperjualbelikan, sehingga menjadi sumber rezeki yang tidak terputus bagi mereka yang bertahan hidup di sana.

Baca juga :  Polantas Karib Ngobras Bersama Komunitas Otomotif: Semarak Merah Putih, Kokohkan Komitmen Keselamatan dan NKRI

Warga pun berharap keberadaan lokasi ini senantiasa dapat dikelola dengan baik, agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan mereka sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar pemukiman.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Respon (2)

  1. Tapi yang menetap terbatas dengan pengadaan yang ada. Karena tanah tersebut merupakan bagian pembebasan dari gantirugi misi
    Dan jika mengolah melebihi ijin yang ada meskipun itu hanya pengolahan untuk tanaman umur pendek itu, membuat pemicu tuan tanah melakukan pembatasan meskipun seme6itu menjadi perhatian terhadap sosialisasi dan penerimaan orang asli terhadap pendatang danenjari ISU SARAH 😇👍🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!