Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Dari Limbah Jadi Berkah! Pelajar SMA dari Amerika Serikat Ajak Siswa SD di Kabupaten Tegal Sulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Bernilai Ekonomi

106
×

Dari Limbah Jadi Berkah! Pelajar SMA dari Amerika Serikat Ajak Siswa SD di Kabupaten Tegal Sulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Dari Limbah Jadi Berkah! Pelajar SMA dari Amerika Serikat Ajak Siswa SD di Kabupaten Tegal Sulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Bernilai Ekonomi
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah tak berguna ternyata dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Inovasi tersebut diperkenalkan oleh Raissa Afidia .yadi, pelajar kelas XI SMA yang saat ini menempuh pendidikan di Amerika Serikat, dalam kegiatan edukasi di SD Negeri Gembongdadi 01, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kehadiran Raissa bukan sekadar berbagi keterampilan membuat sabun padat, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada para siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengelola limbah rumah tangga, serta membangun jiwa kreativitas dan kewirausahaan sejak usia dini.

Meski berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), Raissa telah lama menetap di luar negeri mengikuti kedua orang tuanya yang bekerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan multinasional.

Baca juga :  Bupati Mamasa Bersama Kapolres Mamasa Tinjau TPA Surano

Pendidikan dasar ia tempuh di British School Muscat, Kesultanan Oman, sebelum melanjutkan pendidikan tingkat SMP dan SMA di Amerika Serikat hingga saat ini.

Karena lebih fasih berbahasa Inggris, seluruh materi yang disampaikan Raissa diterjemahkan oleh seorang penerjemah agar para siswa dapat memahami setiap penjelasan dengan baik.

Dalam pemaparannya, Raissa menjelaskan bahwa sabun padat tersebut dibuat dari bahan-bahan sederhana, yakni minyak jelantah, minyak kelapa, serta sedikit lye atau soda api sebagai bahan pembentuk sabun.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan aman digunakan. Sabun ini sudah saya teliti dan saya uji berkali-kali,” ujar Raissa melalui penerjemah.

Ia menambahkan, produk sabun yang dikembangkannya tidak menggunakan pewarna maupun pewangi sintetis. Sebagai gantinya, aroma alami diperoleh dari bunga-bunga yang gugur dari pohonnya serta kulit buah, seperti kulit jeruk, sehingga lebih ramah bagi lingkungan.

Baca juga :  Skandal Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun dan Pemadaman Listrik Sumatra, Hingga Penggeledahan de'Clan

Produk tersebut dipasarkan dengan nama “.ai dari Sabun.” Selain mengusung konsep keberlanjutan, biaya produksinya juga relatif murah sehingga dapat diterapkan oleh pelajar maupun masyarakat sebagai peluang usaha skala rumah tangga.

Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka tidak hanya belajar mengenai proses pembuatan sabun, tetapi juga memperoleh pemahaman bahwa limbah rumah tangga dapat memiliki nilai tambah apabila diolah dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat.

Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar ini, Raissa berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sekaligus berani menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga :  HOAX: Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari, Komdigi Pastikan Layanan Normal

Semangat yang dibawa Raissa menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil.

Mengubah minyak jelantah menjadi sabun bukan sekadar inovasi, melainkan pesan bahwa setiap limbah memiliki potensi untuk menjadi karya yang bernilai, membuka peluang ekonomi, sekaligus menginspirasi lahirnya generasi yang kreatif, peduli lingkungan, dan siap membawa perubahan positif bagi masa depan.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!