Maluku,penasuara.com-Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Indonesia terus digenjot sebagai garda terdepan untuk menjaga kedaulatan wilayah, memperkuat keamanan, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan. Salah satu lokasi strategis yang ditetapkan untuk pembangunan PLBN adalah Pulau Kisar, mengingat wilayah ini berbatasan langsung dengan Negara Demokratis Timor Leste.
Ketua Latupati KH Boreel menegaskan dukungan penuh terhadap proses pembangunan PLBN di Pulau Kisar. Menurutnya, pembangunan tersebut mutlak harus diwujudkan sebagai wujud nyata menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dengan adanya PLBN, harus ada peningkatan ekonomi yang nyata di sektor ini,” ujar KH Boreel kepada awak media, seraya menyampaikan dua catatan penting yang menjadi perhatian utama beliau.

Pertama, pembangunan PLBN harus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Kedua, tenaga kerja lokal — anak daerah Pulau Kisar — wajib menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan maupun pengelolaan pasca-beroperasinya PLBN.
“Anak daerah Kisar sendiri jangan sampai menjadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.
Ketua Latupati yang adalah kepala desa Abusur ini menambahkan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan ekonomi masyarakat perbatasan adalah kunci agar PLBN tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar bermanfaat dan mengangkat taraf hidup warga. Pihaknya berjanji akan terus mendukung penuh seluruh proses pembangunan yang akan berlangsung di wilayah tersebut.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















