Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Kesehatan

Puskesmas Hutabaginda Kampanyekan Gerakan Cegah Stunting

135
×

Puskesmas Hutabaginda Kampanyekan Gerakan Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Hutabaginda Kampanyekan Gerakan Cegah Stunting
dr. Mariesty Nelly Panggabean saat memberikan PMT berupa susu kepada lansia diacara cegah stunting Kabupaten Tapanuli Utara, (foto:pm/pim)
banner 468x60

Taput, penasuara.com – Puskesmas Hutabaginda turut berperan aktif dalam mendukung Gerakan Cegah Stunting Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Gerakan yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara ini menyasar balita, ibu hamil, remaja putri, dan lansia. Kegiatan diisi dengan kampanye pencegahan stunting serta pemberian intervensi gizi kepada kelompok sasaran.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bentuk intervensi yang diberikan meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), susu balita, dan vitamin sirup untuk balita, tablet tambah darah bagi remaja putri, susu, PMT, dan tablet tambah darah untuk ibu hamil, serta susu dan vitamin bagi lansia.

Baca juga :  Instruksi Presiden Tegaskan Kesetaraan Pasien BPJS dan Umum: Antara Arahan, Penguatan Anggaran, dan Tantangan Lapangan

Kepala Puskesmas Hutabaginda, dr. Mariesty Nelly Panggabean, kepada penasuara.com, Selasa (07/07/2026) mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak remaja hingga masa pertumbuhan anak.

“Stunting bukan hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas saat dewasa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak remaja putri dengan menjaga asupan gizi dan mengonsumsi tablet tambah darah, dilanjutkan selama kehamilan melalui pemeriksaan rutin dan pemenuhan gizi yang cukup, hingga anak berusia dua tahun,” ujar dr. Mariesty.

Baca juga :  Manfaat Tomat Ceri untuk Kesehatan dan Cara Tepat Mengonsumsinya

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan mencegah stunting tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi, serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu dan pemeriksaan kehamilan.

dr. Mariesty juga mengimbau para orang tua agar membawa balita secara rutin ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, melengkapi imunisasi, serta memberikan makanan bergizi seimbang sesuai usia.

Baca juga :  Anggaran Stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat Jangan Habis untuk Kegiatan Seremonial.

Melalui Gerakan Cegah Stunting Tahun 2026, Puskesmas Hutabaginda berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat sehingga mampu menciptakan generasi Tapanuli Utara yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!