Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Libur MBG Picu Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pedagang Pasar Pagi Tegal Tertekan

94
×

Libur MBG Picu Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pedagang Pasar Pagi Tegal Tertekan

Sebarkan artikel ini
Libur MBG Picu Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pedagang Pasar Pagi Tegal Tertekan
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Suasana riuh percakapan para pedagang mewarnai lorong-lorong Pasar Pagi Kota Tegal. Di sela menunggu pembeli, topik yang paling banyak diperbincangkan bukan sekadar ramainya aktivitas jual beli, melainkan penurunan drastis harga sejumlah bahan pangan yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Fenomena tersebut dipicu oleh dihentikannya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan itu berdampak langsung terhadap menurunnya permintaan bahan pangan, terutama komoditas daging ayam dan telur ayam yang sebelumnya menjadi pemasok utama kebutuhan program tersebut.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketika Program MBG berjalan aktif, tingginya permintaan mampu mendorong kenaikan harga sekaligus memberikan angin segar bagi para pedagang. Namun kini, kondisi berbalik.

Baca juga :  Orang Tua Murid dan Komite Sekolah SD Negeri 2 Pardomuan Hutagaol Peatalun Berhasil Galang Dana Untuk Pembelian Drumband Sebesar 21 Juta

Melemahnya serapan pasar membuat harga kedua komoditas tersebut mengalami penurunan tajam, sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha di pasar tradisional.

Sri (53), salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kota Tegal, mengaku perubahan itu sangat terasa. Menurutnya, sejak Program MBG memasuki masa libur sekolah, harga daging ayam terus bergerak turun mengikuti lesunya permintaan.

“Sejak MBG libur, harga daging ayam turun,” ujar Sri saat ditemui di lapaknya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat omzet penjualan ikut menurun. Selain harga jual yang lebih rendah, jumlah pembeli juga berkurang dibandingkan saat Program MBG masih berjalan secara normal.

Baca juga :  Rapat Paripurna Ke-1 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Dihadiri Bupati Nagan Raya

Para pedagang berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat segera kembali beroperasi setelah masa libur sekolah berakhir.

Mereka optimistis meningkatnya kembali permintaan dari program tersebut akan membantu menstabilkan harga komoditas pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian pasar tradisional.

Bagi para pedagang, keberlangsungan Program MBG bukan hanya berperan dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting yang mampu menjaga keseimbangan permintaan dan harga komoditas pangan di tingkat lokal.

Baca juga :  Kisah Inspiratif Daffa: Anak Penjual Ayam Goreng dan Pempek yang Lulus Peringkat 1 Bintara Polri 2026 Berkat 'Jalur Langit'

Dengan demikian, aktivitas ekonomi di pasar rakyat dapat kembali bergairah dan memberikan kepastian pendapatan bagi para pelaku usaha kecil.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!