Wonosobo, penasuara.com – Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan peran balai pembibitan ternak sebagai pilar utama pengembangan sektor peternakan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui optimalisasi aset lahan milik pemerintah dan pengembangan potensi ternak lokal, balai pembibitan dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sholeha Kurniawati, usai melakukan diskusi bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jawa Tengah di Satuan Kerja Pembibitan Ternak Pagerkukuh, Wonosobo, Senin (22/6/2026).
Menurut Sholeha, balai pembibitan ternak tidak lagi cukup diposisikan sebagai unit pelaksana teknis yang berorientasi administratif semata. Ke depan, balai harus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis hulu atau breeding center yang mampu mengoptimalkan aset daerah sekaligus mengembangkan potensi komoditas lokal secara berkelanjutan.
“Kunci pertumbuhan ekonomi sektor peternakan berada di hulu, yakni pembibitan. Industri peternakan yang maju tumbuh karena memiliki penguasaan yang kuat terhadap breeding. Jawa Tengah memiliki aset dan balai pembibitan yang potensial. Saatnya seluruh aset milik pemerintah provinsi dioptimalkan agar semakin produktif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD,” ujar Sholeha.
Ia menegaskan, penguatan sektor pembibitan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan bibit unggul, sekaligus memperkuat daya saing peternakan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pasar. Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis potensi wilayah, balai pembibitan dapat menjadi pusat inovasi, pengembangan teknologi peternakan, serta pemberdayaan peternak lokal.
Komisi B DPRD Jawa Tengah juga menilai bahwa pemanfaatan aset pemerintah yang selama ini belum tergarap secara maksimal perlu menjadi perhatian bersama. Optimalisasi lahan dan sarana pendukung di balai pembibitan diyakini mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan di sektor peternakan, transformasi balai pembibitan diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan kemandirian peternakan Jawa Tengah sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















