Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Gagalkan Perampokan Rp3,6 Miliar di Brebes, Cuma Dapat Imbalan Rp100 Ribu

169
×

Gagalkan Perampokan Rp3,6 Miliar di Brebes, Cuma Dapat Imbalan Rp100 Ribu

Sebarkan artikel ini
Aksi heroik seorang Mbah Kusriyati di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendadak viral di jagat maya. Foto: Wulandasari
Aksi heroik seorang Mbah Kusriyati di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendadak viral di jagat maya. Foto: Wulandasari
banner 468x60

Brebes, penasuara.com – Aksi heroik seorang juru parkir lansia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendadak viral di jagat maya. Mbah Kusriyati (65), seorang janda yang sehari-hari menyambung nyawa di jalanan, dengan berani menggagalkan aksi perampokan bermodus pecah kaca dengan nilai kerugian fantastis, yakni Rp3,6 miliar.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi pada Senin siang, 15 Juni 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. TKP berada di kawasan perbankan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Jatibarang, Brebes. Uang miliaran rupiah yang nyaris raib tersebut diketahui milik seorang pengusaha lokal bernama Kliwon Alwawan yang baru saja dicairkan dari bank.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kronologi Aksi Spontan Hadapi Rampok

Kejadian bermula pada Senin siang ketika korban memarkirkan mobil Pajero Sport miliknya di area kerja Mbah Kusriyati. Tak berselang lama, komplotan pelaku yang diduga sudah membuntuti korban sejak dari dalam bank, langsung mendekati mobil, memecahkan kaca, dan menggasak tas plastik berisi uang tunai Rp3,6 miliar.

Melihat aksi kejahatan di depan matanya, Nenek Kusriyati tidak tinggal diam. Tanpa memikirkan keselamatan dirinya, ia langsung pasang badan, berteriak histeris, dan menghadang para pelaku di lokasi kejadian.

“Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri… pencuri…!” kenang Mbah Kusriyati saat menceritakan kembali momen menegangkan tersebut.

Baca juga :  Perketat Pengawasan, Rutan Ponorogo Gelar Razia Malam dan Tes Urine

Teriakan lantang itu memicu kepanikan luar biasa pada komplotan pelaku karena warga sekitar dan pengguna jalan langsung berdatangan menghampiri sumber suara. Karena panik dikepung massa, para perampok terpaksa menjatuhkan tas plastik berisi uang jarahan mereka ke aspal dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Ironi Imbalan Rp100 Ribu dan Ketulusan Hati

Di balik suksesnya penyelamatan uang miliaran tersebut, terselip kisah haru sekaligus ironis yang memicu simpati publik. Sesaat setelah situasi kondusif pada Senin siang itu, korban yang masih dalam kondisi syok berat secara spontan memberikan uang tunai Rp100.000 kepada Mbah Kusriyati sebagai tanda terima kasih.

Bukannya disimpan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang serba pas-pasan, Mbah Kusriyati justru membagikan uang tersebut secara adil kepada orang-orang yang ikut merespons teriakannya di lokasi. Mereka adalah dua rekan sesama juru parkir bernama Farid dan Wawan, serta seorang tukang ojek pangkalan bernama Udin.

“Dikasih Rp100 ribu sama yang punya uang. Terus dibagi empat; saya, kanca (teman) parkir dua orang, sama tukang ojek. Dapat Rp25 ribuan,” tuturnya polos saat ditemui awak media pada Rabu, 17 Juni 2026.

Baca juga :  Pemerintah Desa Lansot Dan BPD Tetapkan 3 KPM Penerima BLT Desa Tahun 2026

Kemalangan Mbah Kusriyati tidak berhenti di situ. Saat ia berlari kencang mengejar rampok, tiga pembeli di lapak dagangan kopi kelilingnya pergi begitu saja tanpa membayar. Akibatnya, ia harus nombok biaya modal kopi dan hanya menyisakan uang bersih sebesar Rp10.000 untuk dibawa pulang hari itu.

Hidup Mandiri di Lahan Sempit

Keseharian Mbah Kusriyati memang jauh dari kata mewah. Ibu lima anak ini sudah melakoni profesi sebagai juru parkir sejak awal tahun 2000-an demi menafkahi keluarganya sendirian setelah sang suami, Pak Darpin, meninggal dunia. Salah satu anaknya bahkan diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus.

Saat ini, ruang geraknya mencari rezeki kian menyempit karena harus berbagi lahan dengan juru parkir lain. “Wilayah parkir saya sekarang cuma beberapa meter. Dibagi sama tukang parkir lain. Saya cuma sepetak ini, seberang kantor bank,” tuturnya pasrah. Untuk menambah penghasilan, ia menyambi berjualan minuman dingin dan kopi keliling di sekitar lokasi perbankan tersebut.

Berbuah Manis: Hadiah Umrah dan Penghargaan Polisi

Kisah ketulusan Mbah Kusriyati yang viral di media sosial sejak pertengahan pekan ini akhirnya mengetuk hati banyak pihak. Kliwon Alwawan, sang pemilik uang, mengklarifikasi bahwa pemberian uang Rp100 ribu di awal terjadi semata-mata karena dirinya masih trauma akut dan tidak bisa berpikir jernih.

Baca juga :  Respon Cepat Laporan Warga, Polsek Rantau Alai Bongkar Arena Diduga Tempat Judi Sabung Ayam

“Waktu itu saya masih syok, itu spontan saya ngasih Rp100.000. Sehari setelah kejadian, saya baru sadar begitu besarnya pengorbanan Nenek Kusmiah menggagalkan perampokan uang saya. Jadi, saya bersama istri datang untuk mengajak nenek umrah,” ujar Kliwon pada Jumat, 19 Juni 2026.

Tak hanya hadiah umrah, aksi heroik ini juga mendapat atensi khusus dari aparat penegak hukum. Pada Kamis, 18 Juni 2026, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah bersama jajarannya langsung menyambangi kediaman sang nenek di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Selain menyerahkan bantuan sembako dan tali asih, Polres Brebes menjadwalkan pemberian penghargaan resmi kepada Mbah Kusriyati tepat pada upacara Hari Bhayangkara, 1 Juli mendatang, atas keberaniannya menjaga keamanan lingkungan. (Red)

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!