Pati, penasuara.com – Aparat melakukan pengawasan ketat terhadap proses verifikasi dan validasi lapangan penerima barcode (QR Code) solar bersubsidi bagi nelayan kecil di Kabupaten Pati.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan, seperti manipulasi data maupun keberadaan kapal fiktif.
Kegiatan verifikasi yang dipantau langsung oleh Satpolairud Polresta Pati ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga akuntabilitas distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan yang aktif melaut dan memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat.
Pendampingan lapangan dilaksanakan di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.
Petugas melakukan pencocokan data secara langsung di lokasi tambat kapal untuk memastikan identitas nelayan, keberadaan kapal, serta kelayakan penerima barcode BBM subsidi sesuai kondisi riil di lapangan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Pos TNI AL Banyutowo, Pemerintah Kecamatan Dukuhseti, Pemerintah Desa Banyutowo, serta melibatkan pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menghasilkan basis data penerima barcode yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menegaskan bahwa proses validasi lapangan merupakan tahapan krusial dalam memastikan tidak terjadi barcode ganda maupun penyalahgunaan BBM subsidi.
“Verifikasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan setiap barcode QR Code MyPertamina benar-benar dimiliki nelayan yang aktif melaut dan berhak menerima solar subsidi,” ujar Kompol Hendrik.
Menurutnya, proses pendataan yang dilakukan langsung di lapangan akan memperkuat akurasi data penerima sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi.
Dengan sistem yang lebih transparan dan berbasis verifikasi faktual, diharapkan solar subsidi dapat dinikmati oleh nelayan kecil yang benar-benar membutuhkan sebagai penunjang aktivitas penangkapan ikan.
Melalui pengawasan yang konsisten dan kolaborasi berbagai instansi, penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Pati diharapkan semakin tepat sasaran, sehingga mampu mendukung keberlangsungan usaha nelayan kecil sekaligus mencegah praktik penyimpangan yang berpotensi merugikan negara maupun masyarakat.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















