Kudus, penasuara.com – Semangat kreativitas, kolaborasi, dan pelestarian budaya lokal mewarnai malam puncak Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026 yang digelar di Balai Budaya Rejosari. Ajang perfilman berskala nasional ini menjadi panggung apresiasi bagi para sineas muda sekaligus ruang ekspresi bagi talenta kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Malam penganugerahan berlangsung meriah dengan suguhan seni budaya khas Kudus. Penampilan Tari Lajur Caping Kalo dan Tari Caping Kalo membuka rangkaian acara dengan memukau, sekaligus mempertegas identitas budaya Kota Kudus di hadapan para tamu, pelaku industri kreatif, dan insan perfilman yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, sembilan nominator penghargaan terbaik FFAB 2026 diumumkan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya film yang dinilai memiliki kualitas artistik, kreativitas, serta pesan yang kuat. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para sineas muda untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi perfilman daerah hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Malam penghargaan semakin istimewa dengan kehadiran Faradina Mufti yang turut berperan sebagai dewan juri. Kehadiran aktris berbakat tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi inspirasi bagi para peserta dan pegiat film yang mengikuti festival.
Turut hadir pula . Agung Prasetyo, sutradara yang dikenal melalui berbagai karya film kreatif dan inovatif.
Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan ekosistem perfilman daerah dan regenerasi sineas muda Indonesia.
Penggagas FFAB sekaligus perwakilan GsT Production, Asa Jatmiko, menegaskan bahwa festival ini lahir dari keinginan untuk menyediakan ruang berkesenian yang inklusif dan berkelanjutan bagi para pembuat film dari berbagai daerah.
“Festival ini lahir dari semangat menghadirkan ruang berkesenian yang inklusif bagi sineas daerah,” ujarnya.
Menurutnya, FFAB tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran, jejaring kreatif, serta sarana mempertemukan talenta-talenta muda dengan para profesional di industri perfilman nasional.
Melalui penyelenggaraan Festival Film Anak Bangsa 2026, Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri kreatif sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah yang mampu memadukan kekayaan budaya lokal dengan dinamika seni modern.
Festival ini diharapkan menjadi momentum lahirnya karya-karya film berkualitas yang mampu mengangkat potensi daerah dan memperkaya khazanah perfilman Indonesia.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















