Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
NewsSumatera Barat

Ledakan Bom Rakitan Guncang MAN 3 Padang, Densus 88 Amankan Seorang Pelajar

478
×

Ledakan Bom Rakitan Guncang MAN 3 Padang, Densus 88 Amankan Seorang Pelajar

Sebarkan artikel ini
Ledakan Bom Rakitan Guncang MAN 3 Padang, Densus 88 Amankan Seorang Pelajar
banner 468x60

Padang, penasuara.com – Sebuah ledakan bom rakitan mengguncang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7/26). Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dalang di balik insiden ini tidak lain adalah seorang siswa dari sekolah tersebut yang berinisial R (17).

Juru Bicara Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengonfirmasi status pelaku. “Iya, pelakunya adalah pelajar berinisial R,” ujar Mayndra saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kronologi Penemuan dan Penanganan Polisi
Insiden ini bermula ketika petugas keamanan sekolah pertama kali menemukan barang mencurigakan yang mereka duga sebagai bom rakitan. Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak sekolah langsung melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian setempat.

Baca juga :  Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom .S. Dorong Ketahanan Pangan,Bupati Vandiko Serahkan 23,55 Ton .h Jagung dan Alat Bantu Pertanian

Sementara itu, Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 Anti Teror Mabes Polri langsung turun tangan dan bergerak cepat mendalami kasus ini. Polisi memastikan bahwa ledakan hanya terjadi satu kali di area samping ruang kelas. Beruntungnya, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Sita Belasan Barang Bukti Berbahaya
Melalui pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup meresahkan. Selain menyita sisa bahan peledak, polisi turut menyita sebuah kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, hingga baut.

Setelah menelusuri rentetan temuan tersebut, aparat langsung menangkap R dan melakukan penanganan awal. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kuat bahwa remaja berusia 17 tahun itu merupakan pemilik seluruh barang bukti tersebut. Di samping itu, tim penyelidik juga masih mendalami keterangan pelaku terkait siapa sebenarnya target sasaran dari tindakan teror ini.

Baca juga :  DPRD Brebes dan Polres Perkuat Sinergi, Jaga Marwah Parlemen dalam Koridor Hukum

Belajar via Daring dan Terinspirasi Teror Masa Lalu
Lebih lanjut, Mayndra memaparkan bahwa pelaku merakit perangkat berbahaya itu secara mandiri. Remaja tersebut mengaku membeli bahan-bahan peledak secara daring dan merakitnya sendiri di rumah tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Tidak hanya itu, R juga mengaku bahwa ia secara aktif bergabung ke dalam beberapa grup percakapan daring yang khusus membahas tutorial pembuatan bahan peledak.

Sebagai tambahan, motif di balik tindakan nekat ini mulai menemui titik terang. R menyatakan bahwa ia mempelajari teknik pembuatan bom karena terinspirasi oleh peristiwa serupa, yakni tragedi bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025 lalu.

Baca juga :  Tradisi Robo-robo Adalah Salah Satu Warisan Budaya Turun-temurun.

“Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi. Motif pelaku juga masih terus tim penyelidik dalami,” tegas Mayndra.

Sebagai langkah lanjutan, Densus 88 bersama Polda Sumbar saat ini masih terus memanggil dan meminta keterangan dari berbagai saksi untuk mengusut tuntas insiden ini. Sementara itu, pihak kepolisian telah menahan R beserta seluruh barang bukti di markas komando untuk proses hukum lebih lanjut.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!