Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

BAZNAS Kabupaten Tegal Perkuat Kemandirian Mustahik melalui Pelatihan Pengelola Warung Kelontong Program ZMart

140
×

BAZNAS Kabupaten Tegal Perkuat Kemandirian Mustahik melalui Pelatihan Pengelola Warung Kelontong Program ZMart

Sebarkan artikel ini
BAZNAS Kabupaten Tegal Perkuat Kemandirian Mustahik melalui Pelatihan Pengelola Warung Kelontong Program ZMart
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Komitmen dalam memperkuat perekonomian mustahik terus diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Tegal melalui penyelenggaraan Latihan Dasar Keterampilan (LDK) Pengelola Warung Kelontong Program ZMart.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Tegal pada Kamis ini menjadi langkah nyata dalam mencetak pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pelatihan tersebut menyasar 20 peserta yang terdiri dari pelaku usaha warung kelontong serta santripreneur alumni pondok pesantren yang saat ini mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar madrasah di wilayah masing-masing.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pembekalan yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan bisnis ritel skala mikro.

Baca juga :  Polda Sulbar Kawal Penyampaian Aspirasi secara Humanis, Situasi Kota Mamuju Tetap Aman dan Kondusif

Ketua BAZNAS Kabupaten Tegal, KH Akhmad Rofiki, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program ZMart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang dirancang untuk mendorong transformasi mustahik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi.

“Program ZMart merupakan salah satu program strategis BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha riil yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Program ini bukan sekadar memberikan bantuan usaha, melainkan menjadi ikhtiar bersama untuk mengangkat mustahik agar mampu berdaya, berkembang, dan pada akhirnya mandiri,” ujar KH Akhmad Rofiki.

Baca juga :  Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Kematian Sutrimo mantan Karumga eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu pilar penting dalam pengelolaan zakat yang produktif.

Oleh karena itu, BAZNAS tidak hanya memberikan dukungan modal usaha, tetapi juga membekali para penerima manfaat dengan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan yang berkelanjutan agar usaha yang dijalankan mampu tumbuh secara sehat dan berkesinambungan.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan warung kelontong, memperluas peluang usaha, serta menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing.

Kehadiran para santripreneur juga diharapkan mampu melahirkan wirausahawan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, amanah, dan keberkahan dalam menjalankan usaha.

Program ZMart menjadi salah satu bentuk implementasi zakat produktif yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga :  AMGPM CUP Resmi Dibuka! Ranting oirata FC Lawan Ranting Betlehem FC Berlansung Meriah

Dengan sinergi antara pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha, BAZNAS Kabupaten Tegal optimistis semakin banyak mustahik yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa mendatang.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!