Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
News

Waspada Phubbing! Kebiasaan Sibuk Bermain Handphone Dapat Merusak Hubungan Sosial dan Menurunkan Kepedulian terhadap Sesama

130
×

Waspada Phubbing! Kebiasaan Sibuk Bermain Handphone Dapat Merusak Hubungan Sosial dan Menurunkan Kepedulian terhadap Sesama

Sebarkan artikel ini
Waspada Phubbing! Kebiasaan Sibuk Bermain Handphone Dapat Merusak Hubungan Sosial dan Menurunkan Kepedulian terhadap Sesama
banner 468x60

TANGERANG,penasuara.com-Di era digital yang serba canggih, penggunaan telepon genggam telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, masyarakat perlu mewaspadai fenomena phubbing, yaitu kebiasaan mengabaikan orang lain saat sedang berinteraksi secara langsung karena lebih fokus pada handphone.

Seperti yang disampaikan dalam materi edukasi pada poster tersebut, phubbing dapat disebabkan oleh kecanduan handphone, notifikasi yang terus mengganggu, kebiasaan multitasking yang tidak sehat, serta kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dampak dari phubbing tidak bisa dianggap sepele. Kebiasaan ini dapat menyebabkan hubungan dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja menjadi renggang, menurunkan kualitas komunikasi, mengurangi rasa empati, memicu stres dan kecemasan, serta menurunkan konsentrasi dan prestasi.

Baca juga :  Maraknya Pemberitaan Media Terkait Penganiayaan Warga Luhuleli di Kisar, Danposal Kisar Angkat Bicara

Beberapa tanda seseorang mengalami phubbing antara lain sering melihat handphone saat berbicara dengan orang lain, membalas pesan ketika sedang berkumpul, terlihat tidak peduli saat diajak berbicara, hingga merasa gelisah ketika jauh dari ponsel.

Baca juga :  Persoalan Bonus Kerja Berujung Aksi Penyerangan, ABK Nekat Serang Jurumudi dengan Sangkur

Melalui kampanye ini, masyarakat diajak untuk mulai mengurangi kebiasaan tersebut dengan lebih fokus kepada lawan bicara, mematikan notifikasi saat berkumpul, menciptakan momen kebersamaan yang berkualitas, dan menjadi teladan dalam menggunakan teknologi secara bijak.

Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa teknologi memang memberikan banyak kemudahan, namun kehadiran dan perhatian kepada orang-orang terdekat tetap menjadi hal yang paling berharga. Jangan biarkan handphone menguasai kehidupan sosial. Hargai kehadiran orang-orang di sekitar kita, karena hubungan yang baik dibangun melalui komunikasi dan perhatian yang tulus.

Baca juga :  Wakapolda Sulbar Hadiri Pengukuhan Pimpinan Pusat KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 Secara Daring

 

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!