Baubau, penasuara.com – Kisah pengabdian menyentuh hati datang dari Hasrianti, guru ASN di SMP Negeri 2 Baubau, Sulawesi Tenggara. Ia telah enam tahun atau sekitar 73 bulan tak menerima gaji dan tunjangan, namun tak pernah berhenti menjalankan tugas mendidik.
Video ceritanya menyebar luas di media sosial, termasuk di tautan https://www.facebook.com/share/v/1DHx5EGG2a/, memancing rasa kagum sekaligus prihatin warganet.
Gajinya berhenti sejak April 2020. Pihak berwenang menyebut ia dipindahkan tugas, padahal Hasrianti mengaku tak pernah menerima surat keputusan resmi maupun panggilan klarifikasi. Ia tetap hadir di kelas setiap hari sebagai guru Bimbingan dan Konseling dengan bukti kehadiran lengkap.
Beban makin berat: suaminya sakit menahun sudah 14 tahun, sehingga ia tulang punggung keluarga. Bertahan hidup lewat berjualan daring dan bantuan anak, bahkan terpaksa berutang demi kebutuhan pokok.
“Sampai kini saya tak tahu pasti kesalahan apa. Mengajar bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah untuk anak-anak,” ujarnya dengan tegar.
Warga berharap instansi terkait segera mengusut kendala administrasi, melunasi haknya, dan menjamin perlindungan tenaga pendidik yang tulus berbakti.
Penulis : SDnews – hellmy
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















