Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Tragedi Berdarah Satu Keluarga di Pekalongan, Kakak Meninggal Diduga Dianiaya Adik Kandung

98
×

Tragedi Berdarah Satu Keluarga di Pekalongan, Kakak Meninggal Diduga Dianiaya Adik Kandung

Sebarkan artikel ini
Tragedi Berdarah Satu Keluarga di Pekalongan, Kakak Meninggal Diduga Dianiaya Adik Kandung
banner 468x60

Pekalongan, penasuara.com – Peristiwa berdarah yang melibatkan satu keluarga menggegerkan warga Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (23/6/2026) sore. Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang perempuan mengalami luka-luka akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Ruwa (68). Sementara korban luka adalah Darmana (37), yang merupakan anak kandung korban meninggal. Keduanya diduga menjadi sasaran serangan yang dilakukan oleh Sapari (62), adik kandung Ruwa sekaligus paman dari Darmana.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak melakukan penanganan dan penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Baca juga :  Kota Tegal Torehkan Prestasi di Jateng Fair 2026, Raih Juara 3 Stan Pembangunan dan Inovasi Tingkat Jawa Tengah

Kapolsek Wiradesa, Iptu Maman Sugiharto, mengatakan pihaknya menerima informasi dari pemerintah desa terkait adanya dugaan tindak penganiayaan yang mengakibatkan korban jiwa dan korban luka.

“Kami menerima laporan dari pemerintah desa pada Selasa sore terkait adanya dugaan penganiayaan. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban,” ujar Iptu Maman Sugiharto.

Baca juga :  Tim Advokasi FERADI WPI Bersama UUN/Fam Fuk Tjhong akan mengadu ke Komisi III DPR, LPSK, dan Kompolnas, Mohon keadilan untuk Korban Penculikan dan Pengroyokan*

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban Ruwa dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Sedangkan Darmana mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif maupun rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi insiden tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mendukung proses penyidikan.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut secara terang benderang sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Baca juga :  FERADI WPI Bersama UUN/Fam Fuk Tjhong berencana laporkan Polda Banten ke Propam Mabes Polri, Hingga saat ini terduga Dalang Penculikan UUN diduga belum tersentuh Hukum

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!