Batang, penasuara.com – Tradisi Nadran Laut kembali digelar meriah oleh masyarakat pesisir Roban Timur, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.
Warisan budaya leluhur yang telah berlangsung secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut, tetapi juga menjadi ruang bagi para nelayan untuk menyuarakan harapan akan masa depan kehidupan pesisir yang lebih baik.
Prosesi pelarungan sesaji menjadi puncak rangkaian acara. Iring-iringan perahu yang dihiasi beragam ornamen dan membawa sesaji bergerak perlahan menuju tengah laut, diiringi lantunan doa bersama yang dipanjatkan sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan serta hasil tangkapan yang melimpah.
Suasana khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan masyarakat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut. Selain prosesi adat, kegiatan juga diisi dengan pengajian, doa bersama, serta hiburan rakyat yang semakin memperkuat nilai budaya dan mempererat tali silaturahmi antarwarga pesisir.
Di balik kemeriahan tradisi, para nelayan juga menitipkan sejumlah aspirasi kepada pemerintah terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Ketua Panitia Pesta Rakyat Nelayan Roban Timur, Abdul Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat pesisir berharap adanya perhatian lebih terhadap kondisi sektor perikanan dan infrastruktur pendukung.
“Masih minimnya hasil tangkapan yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), keterbatasan sarana air bersih, hingga adanya dugaan pencemaran air akibat limbah kotoran hewan babi menjadi persoalan yang kami rasakan.
Masyarakat membutuhkan kesejahteraan dan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Abdul Hakim, aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kini semakin sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor perikanan.
Selain itu, persoalan ketersediaan air bersih dan dugaan pencemaran lingkungan juga menjadi perhatian serius warga.
Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas lingkungan serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga aktivitas melaut maupun kehidupan sehari-hari dapat berlangsung dengan lebih baik.
Melalui momentum Tradisi Nadran Laut, masyarakat Roban Timur berharap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur tetap lestari, sekaligus menjadi pengingat bahwa kesejahteraan nelayan dan kelestarian lingkungan pesisir merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan demi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















