Maluku,penasuara.com-Sebanyak 12 ton kopra berhasil dibawa dan diturunkan di dermaga Pulau Kisar menggunakan km intiglori, hasil kerja keras dan semangat wirausaha dari warga asal Pulau Roma yang dikenal dengan nama Ones. Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang membuat sebagian warga mengeluh dan berharap penuh pada bantuan pemerintah, langkah nyata ini menjadi contoh inspiratif kemandirian bagi masyarakat sekitar.
Menurut Ones, setiap peluang usaha yang ada patut dijalani dengan sungguh-sungguh, tanpa harus menaruh harapan berlebih pada uluran tangan negara. “Kalau punya pohon kelapa di halaman rumah, olah menjadi kopra agar bisa menjadi sumber pendapatan keluarga,” ujarnya tegas saat ditemui di dermaga.
Ia tidak menolak bahwa berharap pada pemerintah itu boleh saja, namun harus tetap memiliki batas dan pemahaman yang tepat. “Prinsip saya adalah bekerja dulu baru mendapatkan hasil, bukan menggantungkan hidup sepenuhnya pada program bantuan seperti PKH,” tambahnya.
Dalam perjalanan kali ini, ia membeli kopra langsung dari warga di Pulau Roma dengan harga Rp7.000 per kilogram, lalu memasarkannya di Kisar dengan harga jual Rp13.000 per kilogram. Keuntungan yang didapat bukan hanya menguntungkan dirinya sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi petani kelapa di daerah asalnya.
Ia juga menyampaikan himbauan yang tulus kepada seluruh masyarakat agar tidak malas mencari nafkah yang halal dan terhormat. “Tidak ada usaha yang sia-sia, selama kita mau bergerak, bekerja keras, dan tidak menyerah pada keadaan,” tegasnya.
Kehadiran muatan kopra ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa, melainkan bukti nyata bahwa di wilayah perbatasan sekalipun, kemandirian dan semangat berusaha mampu membuka jalan keluar dari kesulitan ekonomi, jauh lebih berkelanjutan dibandingkan hanya menunggu bantuan semata.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















