Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
DKI JakartaNews

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur Jadi Pengacara Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

98
×

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur Jadi Pengacara Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Sebarkan artikel ini
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur Jadi Pengacara Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
banner 468x60

Jakarta, penasuara.com – Pengacara senior Elza Syarief resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Keputusan ini mulai berlaku terhitung sejak Senin (15/6/2026).

​Elza mengungkapkan, langkah ini diambil setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS)—orang dekat Sony—sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Elza mengaku merasa dibohongi oleh kliennya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dan temuan penyidik, Sony diduga menerima aliran uang secara rutin dari Asep terkait proyek SPPG tersebut, meskipun sebelumnya Sony mengeklaim dirinya bersih.

​“Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih, tapi info beberapa orang terutama Asep, dia (Sony) menerima uang dari Asep secara rutin. Bagaimana mau justice collaborator (JC)? Dan saya merasa ada yang dibuka, ada yang dilindungi,” ujar Elza kepada penasuara.com, Selasa (16/6/2026).

​Imbas dari temuan aliran dana ini, Elza mengaku pesimistis pengajuan status justice collaborator (JC) untuk Sony akan dikabulkan oleh pihak Kejagung. Ia juga menyentil tim hukum Sony lainnya, Krisna Murti.

​“Mungkin Krisna dengan kedekatannya dengan Jampidsus dan Jamintel bisa-bisa saja Sony dapat JC, tapi dia tidak jujur dapat uang secara rutin dari Asep yang sudah tersangka saat ini,” lanjutnya.

​Selain masalah kejujuran klien, Elza membeberkan adanya ketidaknyamanan personal dan keretakan di dalam tim penasihat hukum Sony sejak 12 Juni 2026. Ia merasa ruang geraknya untuk menggali informasi detail dari Sony sengaja dibatasi.

​“Saya dipersulit untuk ketemu Pak Sony. Untuk tahu cerita detail selalu dipotong oleh Krisna Murti. Dan saat saya perkuat tim dengan Pitra dan Prof. Rufinus, mereka marah, mereka takut terbongkar kedoknya,” klaim Elza.

​Di akhir keterangannya, Elza menegaskan bahwa keterlibatannya dalam kasus ini murni bersifat pro bono atau sukarela tanpa menerima imbalan materi sepeser pun dari Sony. Langkahnya membuka suara ke media didasari keinginan untuk membuat kasus ini terang benderang.

​“Ya betul, tidak pernah terima uang sepeser pun, tidak pernah minta juga dan tidak ada permintaan uang sama sekali. Saya ikhlas untuk membuka kasus ini terang-benderang. Mereka bilang saya keras dan sangat terbuka kepada publik, padahal itu keterangan Sony Sonjaya sendiri dan saya juga sangat hati-hati bicara,” pungkasnya.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!