Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Krisis Air Bersih .ai Melanda, PMI Kabupaten Tegal Salurkan 368 Ribu Liter Air untuk Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

126
×

Krisis Air Bersih .ai Melanda, PMI Kabupaten Tegal Salurkan 368 Ribu Liter Air untuk Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Krisis Air Bersih .ai Melanda, PMI Kabupaten Tegal Salurkan 368 Ribu Liter Air untuk Ribuan Warga Terdampak Kekeringan
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Musim kemarau yang mulai berlangsung membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal.

Sedikitnya delapan desa yang tersebar di empat kecamatan kini mulai dilanda kekeringan, memicu krisis air bersih akibat menyusutnya debit mata air dan mengeringnya sumur-sumur warga.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi tersebut membuat ribuan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga memperoleh air minum layak.

Merespons situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.

Baca juga :  Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk, 122 Warga Tanjakan Mekar dan Rajeg .ya Tangerang ISPA dan Hipertensi

PMI telah mendistribusikan sebanyak 92 tangki air bersih atau setara 368.000 liter untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga yang mulai mengalami krisis air bersih.

“Total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 368.000 liter atau 92 tangki. Bantuan tersebut telah menjangkau 8.342 kepala keluarga atau sekitar 49.069 jiwa.

Kami berharap air bersih ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Sunarto.

Baca juga :  Kejaksaan Negeri MBD Gelar Konferensi Pers:Sita Uang Korupsi Jalan Rp,1, 23 Miliar,Proses Hukum Tetap di Tegakkan

Ia menambahkan, PMI terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menambah distribusi air bersih apabila musim kemarau semakin panjang dan kebutuhan masyarakat meningkat.

PMI juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana serta menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Koordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan berbagai pihak terus dilakukan agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dengan potensi kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, kewaspadaan terhadap ancaman krisis air bersih di Kabupaten Tegal perlu terus ditingkatkan.

Baca juga :  Seperti DAGELAN' - Hampir Setahun, Penanganan Laporan Dugaan Pelanggaran Jaksa dalam Perkara M. Umar Belum Berujung Kepastian, Ujar Siti Khotijah*

Sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!