Ogan Komering Ilir, penasuara.com — Sebuah video yang memperlihatkan kondisi kehidupan memprihatinkan seorang warga bernama Ibu Sumarni warga Padang Bulan Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan tengah menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Facebook Dio Rama Seftiana tersebut kini telah ditonton lebih dari 272 ribu kali dan memantik rasa simpati masyarakat luas.
Dalam tayangan video tersebut, pengunggah yang memiliki sekitar 16 ribu pengikut itu menginisiasi penggalangan donasi untuk membantu meringankan beban ekonomi Ibu Sumarni. Bantuan yang diharapkan ditujukan untuk melunasi utang sekaligus memenuhi kebutuhan hidup dasar yang dinilai sangat jauh dari kata layak.
Berdasarkan keterangan dalam video, Ibu Sumarni saat ini terjerat “hutang hari” kepada tetangganya. Sistem utang ini mengharuskan Ibu Sumarni meminjam uang dan membayarnya kembali menggunakan tenaga, yakni dengan bekerja sebagai buruh tanam padi. Naasnya, karena menderita sakit selama lima hari terakhir, ia tidak mampu bekerja untuk melunasi kewajibannya tersebut.
”Ibu ini ingin membayar hutangnya kepada tetangga… Namun dia terkena sakit beberapa hari, lima hari katanya. Dia tidak mampu untuk membayarnya,” ungkap Dio dalam videonya.
Selain kendala utang, kondisi perekonomian yang sulit membuat Ibu Sumarni tidak memiliki perabotan dapur yang memadai. Donasi yang terkumpul nantinya juga akan diarahkan untuk membeli kompor dan panci agar ia bisa memasak nasi. Lebih memprihatinkan lagi, rumah tersebut tidak memiliki akses listrik mandiri, sehingga Ibu Sumarni terpaksa menyambung aliran listrik dari rumah tetangga.
Rekaman visual dalam video itu turut memperlihatkan kondisi fisik rumah Ibu Sumarni yang reot dan sangat tidak layak huni. Rumah tersebut tampak tidak memiliki pintu, bagian dalam yang berantakan, serta tidak adanya perabotan seperti lemari. Dikhawatirkan, bangunan yang lapuk itu dapat membahayakan keselamatan dan mengancam jiwa Ibu Sumarni jika sewaktu-waktu diterpa hujan deras dan angin kencang.
Terkait intervensi pemerintah, Dio Rama Seftiana menyebutkan bahwa Kepala Desa (Kades) Padang Bulan sebenarnya sudah pernah mengajukan bantuan perbaikan rumah untuk Ibu Sumarni beberapa tahun silam. Namun, berdasarkan informasi dari tetangga sekitar, hingga kini belum ada respons maupun realisasi dari pemerintah terkait.
Melalui unggahan ini, Dio berharap agar video tersebut dapat menjangkau para pemangku kebijakan, mulai dari Bupati hingga Gubernur, agar segera turun tangan memberikan bantuan program bedah rumah yang sangat mendesak bagi Ibu Sumarni.
Sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan jurnalistik (cover both sides), hingga berita ini diturunkan, tim redaksi penasuara.com masih terus berupaya menghubungi Kepala Desa Padang Bulan dan instansi pemerintah daerah terkait guna meminta konfirmasi, klarifikasi, serta hak jawab mengenai status pengajuan bantuan perumahan bagi Ibu Sumarni.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















