Puncak Jaya, penasuara.com — Beredar sebuah rekaman video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan sekaligus ketangguhan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di wilayah Puncak Jaya, Papua Tengah.
Akibat keterbatasan sarana, para aparat terpaksa membongkar bangkai kendaraan yang hangus terbakar demi mendapatkan suku cadang untuk memperbaiki mobil dinas mereka.
Berdasarkan tayangan video tersebut, tampak sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Ilu, jajaran Polres Puncak Jaya, tengah berupaya mencopot bagian bawah sebuah kerangka mobil yang telah berkarat dan hangus.
Perekam video yang juga merupakan anggota kepolisian di lokasi menjelaskan, langkah ini terpaksa diambil karena mobil operasional mereka mengalami kerusakan parah akibat seringnya terjadi kontak tembak.
”Daripada peralatan (mobil yang terbakar) ini dibiarkan, teman-teman dari Polsek Ilu di bawah pimpinan Bapak Kapolsek Ilu datang untuk mengambil yang masih bisa digunakan untuk memperbaiki mobil operasional kami,” ujar perekam video tersebut.
Diketahui, bangkai mobil yang suku cadangnya diambil tersebut merupakan kendaraan bekas sisa kerusuhan yang dibakar massa di sekitar area rumah sakit setempat.
Komandan yang berada di lapangan mengonfirmasi bahwa mereka mengambil bagian gardan dari mobil nahas tersebut untuk dipasang kembali (rebuild) ke mobil dinas.
Mobil Dinas Penuh Lubang Peluru
Lebih lanjut, video tersebut memperlihatkan kondisi nyata mobil operasional jenis double cabin berwarna hitam bertuliskan “Polres Puncak Jaya”.
Kendaraan tersebut tampak dipenuhi lubang bekas tembakan, baik di bagian bodi luar maupun menembus hingga ke plafon dalam kabin.
Perekam video menegaskan bahwa mobil yang mereka gunakan dalam patroli dan tugas sehari-hari tersebut bukanlah kendaraan taktis anti-peluru, melainkan mobil standar biasa.
”Mobil ini luar biasa. Kemarin saat kontak tembak, ada bekas pelurunya menembus ke dalam. Mobil ini sudah sekian ratus kali mengalami kerusakan dan hantaman hebat,” ungkapnya sambil menunjukkan lubang peluru di atas atap mobil.
Pesan Menyentuh untuk Pimpinan Polri
Di tengah keterbatasan sarana dan risiko nyawa yang tinggi, personel di lapangan menyampaikan pesan terbuka yang ditujukan kepada pimpinan Polri.
Pesan tersebut tidak hanya tersirat dalam video, tetapi juga ditegaskan melalui keterangan tertulis (caption) pada unggahan akun @kabut_mulia37.
”Mohon izin, Bapak Pimpinan Polri. Mungkin video yang kami buat terlihat seperti candaan, tetapi pesan ini benar-benar keluar dari hati kami, anggota Polres Puncak Jaya yang setiap hari berusaha menjalankan tugas semaksimal mungkin di tengah kondisi medan dan situasi keamanan yang penuh risiko,” tulis pengunggah video.
Mereka berharap adanya perhatian dari pimpinan Polri terkait peremajaan kendaraan operasional bagi personel yang bertugas di daerah rawan konflik.
Dalam keterangan tersebut ditekankan bahwa anggota di lapangan tidak jarang menghadapi ancaman serangan yang mematikan, namun mereka tetap berupaya hadir untuk masyarakat.
”Saat ini, salah satu kendala kami adalah keterbatasan kendaraan operasional. Kendaraan yang tersedia sangat terbatas dan sebagian sudah tua serta sering mengalami kerusakan,” lanjut tulisan dalam unggahan tersebut.
Anggota Polres Puncak Jaya secara spesifik memohon difasilitasi kendaraan operasional yang lebih memadai, khususnya kendaraan yang mampu memberikan perlindungan bagi personel di lapangan.
Mereka menegaskan bahwa permohonan ini bukan untuk mencari kemewahan, melainkan murni demi keselamatan saat bertugas.
”Jadi kalau video ini sampai kepada Bapak Kapolri, tolong Bapak Kapolri. Mobil yang biasa dipakai untuk peragaan-peragaan di Istana itu, kirimlah ke sini. Atau jika di Mabes Polri ada mobil yang tidak lagi dibutuhkan, kami minta tolong dikirimkan. Untuk ongkos kirim, nanti biar kami yang berusaha,” tutur sang polisi dalam video dengan nada penuh harap namun tetap tegar.
Meski bertugas dengan fasilitas seadanya dan penuh risiko, moral pasukan tampak tidak surut. Di akhir video, terlihat Pasukan “Delta Ilu” bersiap melakukan perjalanan tugas.
Kapolsek Ilu bahkan tampak mengambil alih kemudi mobil dinas tersebut secara langsung, sementara para anggotanya duduk bersiaga di bak belakang.
”Pasukan Delta Ilu, sampai bertemu di titik terbaik menurut Tuhan. Demi anggota, Kapolsek bawa mobil sendiri dan anggota di belakang full. Tetap semangat dan hati-hati komandan,” tutup perekam video melepas kepergian tim patroli tersebut.
Unggahan tersebut ditutup dengan sebuah pesan dedikasi dari ujung timur Indonesia: “Salam hormat dari ujung Papua. Polres Puncak Jaya — tetap bertugas, tetap mengabdi.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polda Papua maupun Mabes Polri terkait keluhan mengenai kondisi sarana prasarana personel di Puncak Jaya tersebut. (Red)
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















