Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Kemarau Menggigit! Warga Jatinegara Tegal Terpaksa Mandi di Pinggir Sawah . Bertahan Hidup

102
×

Kemarau Menggigit! Warga Jatinegara Tegal Terpaksa Mandi di Pinggir Sawah . Bertahan Hidup

Sebarkan artikel ini
Kemarau Menggigit! Warga Jatinegara Tegal Terpaksa Mandi di Pinggir Sawah . Bertahan Hidup
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Tegal. Di Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, krisis air bersih memaksa warga mengubah kebiasaan sehari-hari.

Pemandangan warga mandi dan mencuci di sumber air yang berada di pinggir persawahan kini menjadi rutinitas yang tak terhindarkan.
Mengeringnya sumur-sumur milik warga membuat pasokan air bersih semakin terbatas.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

. mempertahankan kebutuhan pokok, masyarakat terpaksa menghemat setiap tetes air yang masih tersedia. Air dari sumur rumah hanya digunakan untuk kebutuhan paling mendesak, seperti memasak dan air minum.

Baca juga :  BREAKING NEWS | Dua ABK Hilang Usai KM Anugerah Laut 3 Terbalik Dihantam Gelombang di Perairan Utara Tegal

Musim kemarau yang baru berlangsung beberapa pekan telah menyebabkan debit air tanah menurun drastis. Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga harus mencari sumber air alternatif yang masih mengalir di kawasan persawahan untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Kalau sumur saat ini masih bisa diambil airnya, tapi itu saja dua hari sekali dan itupun hanya untuk minum dan memasak. Kalau mandi dan mencuci ya ke sumber air yang masih ada di pinggir sawah,” ujar Wida (38), warga Desa Tamansari.

Baca juga :  Plt kadis kesehatan MBD angkat bicara soal puskesmas bebar kumur yang rusak terbengkalai.

Kondisi ini menggambarkan beratnya perjuangan masyarakat menghadapi musim kemarau. Selain harus mengantre untuk mendapatkan air, mereka juga dituntut mengatur penggunaan air secara bijak agar persediaan yang tersisa tidak habis sebelum hujan kembali turun.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

Pasokan air dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak agar aktivitas sehari-hari masyarakat dapat berjalan dengan layak.

Fenomena yang terjadi di Desa Tamansari menjadi pengingat bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Baca juga :  Di Sore Hari Menanti Matahari Tenggelam, Polwan Polresta Barelang Tetap Setia Melayani. Bolak-Balik Seberangkan Anak-anak Pulang Sekolah

Sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi cepat guna meringankan beban warga selama musim kemarau berlangsung.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!