Mandailing Natal, penasuara.com – Menjadi penghubung antar kecamatan dan urat nadi perekonomian warga, kondisi Jembatan Muara Batang Bangko di ruas jalan provinsi kian mengkhawatirkan. Bangunan ini terasa sangat bergoyang setiap kali dilalui kendaraan, namun perawatan menyeluruh tak kunjung datang dari pemerintah—sehingga PT Palmaris Raya kembali turun tangan melakukan perbaikan darurat. Sabtu, (20/6/26)
Dibangun sekitar tahun 1992, jembatan ini telah melayani arus lalu lintas selama lebih dari tiga dekade. Namun dalam kurun waktu itu, warga menilai jembatan nyaris tidak pernah mendapatkan penanganan serius dan perawatan berkala dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku pemegang wewenang.
Kini kerusakan sudah menjangkau bagian struktur utama. Besi penyangga berbentuk huruf “H” berkali-kali disambung akibat patah, sementara sejumlah besi penguat silang sudah terlepas dari dudukannya. Akibatnya, begitu dilalui kendaraan roda empat apalagi yang bermuatan berat, seluruh badan jembatan bergoyang hebat dan menimbulkan rasa takut bagi penggunanya.
Padahal setiap hari, jembatan ini dilewati truk pengangkut hasil perkebunan, kendaraan pengantar sembako, material bangunan, serta kendaraan warga untuk kebutuhan sehari-hari. “Ini bukan sekadar jalan penghubung, tapi nyawa perekonomian kami. Jika sampai ambruk, dampaknya akan terasa melumpuhkan aktivitas masyarakat,” ujar seorang warga.
Ironisnya, meski kondisi memprihatinkan ini sudah berulang kali disoroti publik, hingga saat ini belum ada tindakan nyata berupa rehabilitasi atau pembangunan ulang secara permanen. Tim Dinas PUPR Provinsi maupun Kabupaten disebut sudah puluhan kali turun meninjau, namun hasilnya tak pernah berujung pada solusi tuntas.
Melihat kondisi yang mendesak, PT Palmaris Raya kembali mengambil inisiatif mengganti balok kayu yang rusak dan memperbaiki bagian yang membahayakan agar jembatan tetap bisa dilalui sementara waktu.
Langkah ini mendapat apresiasi warga, sekaligus menjadi kritik tajam: mengapa aset publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara justru berkali-kali diselamatkan oleh pihak swasta?
Dedy, Kepala Tata Usaha PT Palmaris Raya, menjelaskan, “Perawatan dan perbaikan yang kami lakukan semata-mata bentuk kepedulian agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Namun ini hanyalah solusi darurat, bukan penyelesaian jangka panjang.”
Masyarakat pun berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera memprioritaskan perbaikan total jembatan ini. “Jangan tunggu jembatan putus atau menelan korban jiwa baru bertindak. Keselamatan ribuan orang tidak boleh terus bergantung pada perbaikan sementara,” tegas tokoh masyarakat setempat.
Wartawan : Ass. Adc. Akbar WPI
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















