Minahasa Selatan, penasuara.com – Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kebanggaan mewarnai pelaksanaan Tradisi Kenaikan Sabuk bagi karateka DOJO Tareran United dan DOJO Suluun Tareran yang digelar di kawasan Pantai Manggatasik, Minahasa, pada Sabtu, (1/8/26)
Puluhan kohai yang dinyatakan lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) resmi menyandang sabuk warna baru setelah mengikuti seluruh rangkaian tradisi yang menjadi bagian dari pembinaan karakter dalam dunia karate. Kegiatan tersebut turut dihadiri dan didampingi oleh para orang tua yang tampak antusias memberikan dukungan kepada putra-putri mereka.
Tradisi kenaikan sabuk bukan hanya menjadi simbol peningkatan tingkatan dalam karate, tetapi juga menjadi momentum untuk membentuk mental, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta jiwa pantang menyerah yang menjadi filosofi utama seorang karateka. Secara umum, tradisi kenaikan sabuk dalam karate memang menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter dan penghargaan atas perkembangan teknik serta disiplin seorang karateka.
Sekretaris DOJO Tareran United, Ferdinand Mandagie, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang harus dilalui setiap karateka.
“Tradisi kenaikan sabuk bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras, disiplin, dan ketekunan para kohai selama menjalani latihan. Kami berharap sabuk baru yang dikenakan menjadi motivasi untuk terus belajar, rendah hati, serta menjaga nama baik dojo,” ujarnya.
Sementara itu, Senpai Jerry Runtuwene mengapresiasi semangat seluruh peserta dan dukungan penuh dari para orang tua yang hadir sejak awal hingga berakhirnya kegiatan.
“Kami bangga melihat semangat para kohai yang mengikuti seluruh rangkaian tradisi dengan penuh disiplin. Dukungan orang tua menjadi kekuatan besar dalam pembinaan atlet karate. Semoga dengan kenaikan sabuk ini, mereka semakin giat berlatih dan mampu mengharumkan nama DOJO Tareran United maupun DOJO Suluun Tareran di berbagai kejuaraan mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kekeluargaan, dan ditutup dengan sesi foto bersama antara para kohai, pelatih, pengurus dojo, serta orang tua sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan para peserta menapaki jenjang baru dalam perjalanan mereka di dunia karate.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















