Brebes, penasuara.com – Menurunnya daya beli masyarakat berdampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Induk Brebes. Kondisi tersebut memaksa ratusan pedagang menutup kios dan lapak mereka akibat sepinya pembeli, sementara kebutuhan operasional dan biaya hidup terus berjalan.
Pantauan di kawasan pasar menunjukkan banyak kios dan lapak dalam keadaan tertutup. Sebagian di antaranya bahkan telah lama tidak beroperasi dan ditinggalkan pemiliknya 20/06/2026.
Barang dagangan yang belum terjual masih tersimpan di dalam kios, menandakan aktivitas usaha yang terhenti karena minimnya transaksi.
Para pedagang mengaku menghadapi situasi yang semakin berat.
Selain pendapatan yang terus menurun, mereka juga harus menanggung beban cicilan pinjaman dari koperasi maupun perbankan. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang terpaksa menggunakan modal usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kemampuan mereka untuk mempertahankan usaha semakin terbatas.
Salah seorang pedagang bumbu dapur, Tasripin, mengungkapkan bahwa penurunan daya beli masyarakat sangat terasa dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya ia mampu menjual hingga 10 kilogram dagangan dalam sehari, kini penjualan sebanyak 5 kilogram baru dapat habis dalam kurun waktu tiga hari.
“Dulu sehari bisa habis sekitar 10 kilogram. Sekarang untuk 5 kilogram saja bisa sampai tiga hari baru terjual,” ujarnya.
Menurut Tasripin, kondisi tersebut membuat arus kas usaha terganggu. Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi sehingga dirinya terpaksa menambah pinjaman untuk mempertahankan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.
Fenomena tutupnya ratusan kios dan lapak di Pasar Induk Brebes menjadi gambaran nyata tekanan ekonomi yang dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor perdagangan tradisional. Para pedagang berharap adanya langkah konkret yang mampu mendorong kembali aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga roda perdagangan di pasar tradisional dapat kembali bergairah.
Pasar yang selama ini menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat diharapkan dapat kembali ramai oleh aktivitas jual beli. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, para pedagang optimistis usaha yang mereka jalankan dapat bertahan dan kembali berkembang di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















