Sumsel, penasuara.com – Dua warga di Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan yang memiliki riwayat penyakit asma dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami keluhan sesak napas berat di tengah paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peristiwa pertama terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Hardiansyah, seorang pengemudi ojek online asal Kertapati, Palembang, meninggal dunia usai mengalami kekambuhan asma saat bangun tidur pada Jumat (2/10).
Istri korban, Rika Yunita Sari (39), menyatakan bahwa ritme napas suaminya memburuk secara mendadak sekitar pukul 07.00 WIB. Keluarga sempat dilarikan ke RS Bari Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis. Menurut pihak keluarga, kondisi kesehatan korban memburuk selama periode maraknya kabut asap karhutla di wilayah pemukiman mereka.
Kasus kedua dilaporkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lisna, seorang guru di SDN Tanjung Pagar 3, meninggal dunia pada Sabtu malam (26/9) setelah mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas. Menurut keterangan ibundanya, Marhamah, korban yang memiliki riwayat penyakit asma mengalami penurunan kondisi kesehatan secara signifikan sekitar pukul 21.00 WITA setelah sebelumnya beraktivitas seperti biasa.
Kendati pihak keluarga menilai kondisi kabut asap memperberat penyakit bawaan korban, hingga saat ini belum terdapat laporan atau verifikasi resmi dari dinas kesehatan setempat mengenai hubungan kausal langsung antara paparan asap karhutla dengan penyebab kematian kedua warga tersebut.
Fenomena kabut asap tebal di wilayah terdampak tetap imbauan bagi masyarakat, khususnya penderita gangguan saluran pernapasan kronis, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















