TapTeng (Sumut) : penasuara.com – Anggota DPRD Tapteng, Ardino Tarihoran, menegaskan marwah dan kemandirian lembaga perwakilan rakyat di tengah issue pemotongan gaji serta dugaan upaya pembungkaman terhadap anggota dewan.
Menjawab pertanyaan gabungan wartawan di Pandan, Rabu (29/07/2026), ia menolak keras anggapan bahwa lembaga legislatif dapat dikendalikan atau dibungkam agar tak berani menjalankan fungsi pengawasan.
“Jika Bupati Tapteng Masinton Pasaribu memiliki semboyan semakin ditekan semakin keras, maka kami pun memiliki tekad yang sama: semakin ditekan, kami semakin kuat,” tegas Ardino dengan penuh wibawa.
Ia menegaskan profesi sebagai wakil rakyat adalah tugas mulia dan amanah luhur untuk menampung serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Anggota DPRD tidak akan pernah tunduk pada tekanan apa pun yang bertujuan melumpuhkan peran mereka.
“Kami menentang anggapan bahwa eksekutif dapat menguasai kami, membuat kami bungkam, dan bergerak sesuka hati. Ini kami tantang! Kami tetap berdiri tegak menjalankan fungsi konstitusional. Setiap rupiah anggaran daerah akan kami awasi ketat, penggunaannya harus tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat luas,” tandasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bagi publik dan seluruh jajaran pemerintahan bahwa DPRD Tapanuli Tengah memiliki marwah tinggi, independen, dan senantiasa siap mengawal kepentingan rakyat di tengah dinamika politik daerah.
(.)
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















