Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
MalukuNews

Kabar Gembira! 76 Siswa SMK 2 Inahoiriwa Akhirnya Terima Seragam Jurusan Setelah Dua Tahun Menunggu

562
×

Kabar Gembira! 76 Siswa SMK 2 Inahoiriwa Akhirnya Terima Seragam Jurusan Setelah Dua Tahun Menunggu

Sebarkan artikel ini
Kabar Gembira! 76 Siswa SMK 2 Inahoiriwa Akhirnya Terima Seragam Jurusan Setelah Dua Tahun Menunggu
banner 468x60

Maluku Barat Daya, penasuara.com – Penantian panjang yang dialami 76 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Maluku Barat Daya (MBD) / SMK 2 Inahoiriwa berbuah manis. Pada Rabu (26/8/26), pihak sekolah secara resmi telah mendistribusikan seragam kejuruan (baju jurusan) yang sempat tertunda pembagiannya sejak tahun 2024.

Penyelesaian masalah ini disambut baik oleh para siswa dan orang tua. Salah satu perwakilan siswa, Silas Saununu, menyampaikan rasa syukurnya atas pembagian seragam tersebut. Baginya, kelengkapan atribut sekolah sangat penting untuk menunjang kepercayaan diri dan disiplin saat kegiatan belajar mengajar maupun praktik.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya sangat bersyukur setelah menunggu cukup lama, akhirnya seragam yang dinanti-nantikan bisa kami terima. Ke depannya, saya berjanji akan melaksanakan tugas sekolah dengan baik dan mengikuti arahan para guru,” ujar Silas dengan antusias usai menerima seragam.

Sebelumnya, isu keterlambatan pembagian seragam ini sempat menjadi sorotan dan menuai keluhan dari para orang tua wali murid. Sebanyak 76 siswa angkatan masuk tahun 2024 dilaporkan telah melunasi biaya seragam pada awal masa pendaftaran. Namun, seragam tak kunjung diterima hingga para siswa memasuki masa magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menurut keterangan sejumlah orang tua siswa pada pertengahan Agustus lalu, keterlambatan ini sempat menghambat aktivitas PKL anak-anak mereka di Kota Ambon. Beberapa siswa dilaporkan mendapat teguran dari pihak instansi tempat magang lantaran tidak mengenakan seragam kejuruan sesuai standar yang berlaku.

Selain masalah teknis keterlambatan, pihak orang tua juga sempat menyayangkan adanya dugaan miskomunikasi dan respons bernada intimidasi dari oknum pendidik ketika siswa mempertanyakan hak mereka. Kala itu, orang tua siswa berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan yang transparan tanpa perlu mengaitkan masalah seragam dengan ancaman kelulusan siswa.

Kendati hak materiel siswa atas seragam kini telah dipenuhi, kelanjutan penanganan atas dugaan intimidasi tersebut masih dipertanyakan. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi apakah pihak manajemen sekolah maupun Dinas Pendidikan terkait telah menelusuri atau mengambil tindakan pembinaan terhadap oknum pendidik yang bersangkutan.

Sejumlah pihak menilai dugaan ancaman ini seyogianya tidak dibiarkan berlalu layaknya angin lalu. Klarifikasi dan langkah penelusuran yang objektif dinilai krusial untuk memastikan kebenaran peristiwa, memulihkan rasa aman psikologis siswa, serta menjaga integritas iklim pendidikan di sekolah tersebut dari potensi arogansi oknum.

Meski demikian, dengan didistribusikannya seluruh baju jurusan pada akhir Agustus ini, setidaknya polemik utama terkait hak fisik siswa telah terselesaikan. Langkah pemenuhan hak ini diharapkan tidak hanya mengakhiri keluhan masyarakat, tetapi juga kembali memacu motivasi belajar ke-76 siswa SMKN 2 MBD. Dengan atribut yang kini telah lengkap, para siswa diharapkan dapat lebih fokus menimba ilmu vokasi dan memaksimalkan kegiatan PKL demi masa depan yang lebih baik.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!