Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
DKI JakartaNews

Puluhan Ribu Umat Padati Monas Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI

154
×

Puluhan Ribu Umat Padati Monas Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI

Sebarkan artikel ini
Puluhan Ribu Umat Padati Monas Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI
banner 468x60

Jakarta, penasuara.com – Puluhan ribu umat dari berbagai penjuru daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/26) malam. Kehadiran warga yang mayoritas mengenakan pakaian serba putih ini adalah untuk mengikuti acara Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara diawali dengan penyampaian pesan dari Presiden Republik Indonesia. Nasaruddin, saat memberikan sambutannya, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Negara.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Sebelum saya melanjutkan, izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Sesungguhnya beliau sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita pada malam ini. Namun, karena ada tugas kenegaraan yang sangat penting, beliau menitipkan salam kepada kita semuanya,” kata Nasaruddin.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Malam ini kita berkumpul untuk berzikir dan berdoa. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan diraih atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa. Inilah bentuk syukur kita menyambut hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Kementerian Agama (Kemenag), rangkaian doa kebangsaan ini dipimpin secara bergantian oleh enam pemuka agama. Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol kebersamaan, semangat persatuan bangsa, serta komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 18.45 WIB, gelombang kedatangan warga dari Pintu Timur Monas terus mengalir. Muda-mudi hingga anak-anak tampak antusias dan saling sapa berjalan mendekati Panggung Utama di Lapangan Silang Monas. Sembari menunggu acara puncak, suasana dihangatkan dengan kumandang selawat dan penampilan hadrah.

Persiapan Matang Kementerian Agama
Pemerintah melalui Kemenag sebelumnya telah memperkirakan sekitar 100 ribu umat dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akan berkumpul di acara spiritual ini. Untuk mengakomodasi massa, Kemenag bersama lintas lembaga, TNI, Polri, hingga Pemprov DKI Jakarta telah mematangkan teknis di lapangan, mulai dari panggung utama, pos kesehatan, pusat informasi, hingga rekayasa lalu lintas.

“Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Polri, TNI, dan Pemprov DKI. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan setiap jemaah dapat mengikuti zikir dan doa dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, sekaligus Sekretaris Tim Kerja Kemenag, Muchlis M. Hanafi.

Muchlis berharap, pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan ini tidak sekadar menjadi pembuka perayaan kemerdekaan, tetapi juga pengingat bahwa kemajuan bangsa dibangun melalui sinergi antara kerja keras (ikhtiar lahir) dan doa (ikhtiar batin).

“Kita bekerja keras membangun Indonesia, tetapi pada saat yang sama kita juga memohon pertolongan dan bimbingan Tuhan. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi energi moral yang memperkuat persatuan dan mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang semakin maju, adil, makmur, serta dirahmati Allah Swt.,” pungkasnya.

. kelancaran acara yang melibatkan ratusan ribu massa ini, panitia juga telah mengimbau peserta untuk mematuhi sejumlah ketentuan berikut:

  • Hadir sesuai titik kumpul dan estimasi waktu kedatangan yang telah dikoordinasikan.
  • Membawa perlengkapan ibadah bagi peserta muslim yang akan mengikuti salat Magrib berjamaah.
  • Membawa perlengkapan pribadi secukupnya mengingat kegiatan berlangsung di ruang terbuka.
  • Mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan di area masuk.
  • Mengikuti arahan petugas terkait jalur masuk, titik kumpul, maupun jalur evakuasi.
  • Menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung.

Reporter: Rum Ningsih Wulan Sari / D R

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!