Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
BaliNews

Tangis Histeris Sang Anak Pecah: Ayahnya Meninggal Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Dituduh Mencuri Ayam

482
×

Tangis Histeris Sang Anak Pecah: Ayahnya Meninggal Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Dituduh Mencuri Ayam

Sebarkan artikel ini
Tangis Histeris Sang Anak Pecah: Ayahnya Meninggal Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Dituduh Mencuri Ayam
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, putri bungsu KD tampak menangis histeris di dekat jenazah sang ayah. Bocah tersebut terlihat berada di tengah kerumunan pelayat sambil terus memanggil-manggil ayahnya. (Sumber: Tangkapan layar video media sosial)
banner 468x60

Bali, penasuara.com – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan saat ini tengah menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Massa mengeroyok KD hingga tewas lantaran menduga pria tersebut mencuri ayam aduan milik warga setempat pada Jumat (24/7/26) dini hari.

Kronologi Pengeroyokan dan Puncak Kemarahan Warga
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, insiden bermula pada pukul 01.30 WITA. Warga memergoki KD saat ia diduga sedang melancarkan aksi pencurian. Kemarahan warga memuncak seketika ketika melihat kejadian tersebut. Hal ini dipicu oleh keluhan masyarakat sekitar yang sudah sering kehilangan ternak ayam belakangan ini.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Oleh karena itu, saat warga menangkap tangan terduga pelaku, situasi langsung memanas dan berujung pada aksi main hakim sendiri. Massa kemudian mengeroyok KD hingga ia tidak sadarkan diri. Selain melakukan kekerasan fisik, warga yang marah juga membakar habis sepeda motor yang terduga pelaku gunakan.

Baca juga :  DUSUN AMAORI DESA PASSO,ANTARA GUNUNG SAMPAH DAN BERKAH HIDUP BAGI WARGA

Tindakan Kepolisian dan Penyitaan Barang Bukti
Selanjutnya, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Baturiti segera mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 02.00 WITA. Namun, sesampainya di sana, petugas menemukan KD telah meninggal dunia.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan pencurian. Barang-barang tersebut meliputi seekor ayam milik warga berinisial IWS (31), sebilah golok, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai. Sementara itu, petugas tidak dapat menyita sepeda motor terduga pelaku karena kendaraan tersebut telah hancur terbakar sebelum kepolisian tiba.

Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Semara Ratih guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan mengidentifikasi sidik jari korban.

“Kami tidak hanya mengusut dugaan pencurian ayam ini, tetapi kami juga mendalami peristiwa pengeroyokan yang menghilangkan nyawa seseorang. Saat ini, penyidik masih memeriksa saksi-saksi dan merangkai seluruh kejadian,” tegas Iptu Wiwik pada Minggu (26/7/26).

Duka Keluarga dan Imbauan Kepala Desa
Di sisi lain, peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga KD. Baru-baru ini, sebuah video amatir beredar di media sosial menunjukkan putri bungsu KD yang masih duduk di bangku kelas 1 SD menangis histeris di tengah kerumunan saat upacara pemakaman ayahnya.

Kepala Desa (Perbekel) Sidetapa, I Made Sutama, membenarkan situasi memilukan tersebut. Sutama menjelaskan bahwa KD meninggalkan tiga orang anak; anak sulung telah berkeluarga, anak kedua duduk di bangku SMA, dan anak bungsu masih SD. Ia mengaku sangat terpukul saat menjemput jenazah dan melihat langsung kesedihan anak-anak korban.

Terkait insiden pengeroyokan tersebut, Sutama sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang warga lakukan. Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar menyerahkan segala bentuk dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

“Negara kita adalah negara hukum. Apabila masyarakat memergoki seseorang yang diduga mencuri, mereka cukup mengamankan dan menyerahkannya kepada polisi. Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” ujar Sutama.

Meskipun merasa kehilangan, Sutama menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Oleh sebab itu, keluarga mendiang KD memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan tidak menempuh jalur hukum terkait aksi pengeroyokan tersebut.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!