Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
AcehNews

Sosialisasi PMBA Kecamatan Suka Makmue Langkah kongkrit Pemerintah pencegahan stunting

139
×

Sosialisasi PMBA Kecamatan Suka Makmue Langkah kongkrit Pemerintah pencegahan stunting

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi PMBA Kecamatan Suka Makmue Langkah kongkrit Pemerintah pencegahan stunting
banner 468x60

Suka Makmue, pewartamedia com – Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dan pendampingan pemberian makan bayi dan anak PMBA Kecamatan suka makmue di pusatkan di aula kantor keuchik kuta baro Blang muling

Acara tersebut Ikut hadir Camat sukamakmue kepala puskesmas posyandu Gampong Kasi pelayanan.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sosialisasi ini menjaga makanan bayi supaya sehat tumbuh dengan cerdas.
Masa depan yang ceria.

Camat.sukamakmue T.Junaidi.S.sos.
Kegiatan ini semua gampong di kecamatan sukamakmue terjaga dengan Baik adanya sosialisasi makan anak bayi dan anak pmba
Nagan raya.

Kegiatan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) adalah serangkaian edukasi, praktik, dan konseling gizi yang bertujuan untuk memastikan bayi dan anak mendapatkan nutrisi optimal sejak lahir hingga usia 23 bulan, dilanjutkan hingga usia 24–72 bulan.

Baca juga :  Ketua DPD FERADI WPI Banten Adv. Cecilia Natasya Tionardi Soroti Kepastian Hukum dan Pendampingan Korban Uun

Kegiatan Penyuluhan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan Pentingnya ASI Eksklusif
Kegiatan Penyuluhan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan Pentingnya ASI Eksklusif, Rabu, (15/7/26)

Kegiatan penyuluhan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan upaya edukasi sistematis bagi orang tua dan pengasuh untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi optimal sesuai tahapan usianya. Fokus utamanya adalah mencegah stunting dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan maksimal.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan biasanya dilakukan di fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, atau rumah sakit, serta dapat pula melalui kunjungan rumah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pemanfaatan media edukasi seperti leaflet, poster, atau video. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya ASI eksklusif dan manfaatnya bagi bayi dan ibu

Baca juga :  Wakil Bupati Tap Teng Menerima Audensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Dalam kegiatan ini, tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, atau ahli gizi berperan sebagai penyuluh yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga memotivasi peserta untuk menerapkan praktik pemberian makan yang baik di rumah. Peserta juga didorong untuk aktif bertanya dan berbagi pengalaman agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.

Baca juga :  Kebakaran Hebat Melanda Tempat Penyulingan Minyak Daun Cengkeh di Wanatirta, Lima Kendaraan Ikut Terbakar

Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan serta perubahan perilaku keluarga dalam pemberian makan bayi dan anak, sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menurunkan risiko gangguan gizi dan penyakit pada anak.
Katanya.

Editor A. Nufri.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!