Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
MalukuNews

Ancaman “Ritual Sakti” Hantam Mega Proyek Masela: Tuan Rumah Pulau Marsela Minta Groundbreaking Dibatalkan!

197
×

Ancaman “Ritual Sakti” Hantam Mega Proyek Masela: Tuan Rumah Pulau Marsela Minta Groundbreaking Dibatalkan!

Sebarkan artikel ini
Ancaman “Ritual Sakti” Hantam Mega Proyek Masela: Tuan Rumah Pulau Marsela Minta Groundbreaking Dibatalkan!
banner 468x60

 

Maluku,penasuara.com-Ancaman menggema di balik mega proyek gas nasional Blok Masela. Ruben Kelabora, tokoh adat sekaligus Sekretaris Jenderal Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar (PEMASKEBAR), angkat bicara dengan nada tegas bak petir di siang bolong. Pria yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) asal Pulau Marsela ini mengeluarkan peringatan keras yang berpotensi menghantam rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dijadwalkan pada akhir Juni-Juli 2026 .

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kami, masyarakat adat Pulau Marsela, adalah TUAN RUMAH yang sah untuk Blok Migas Abadi Masela ini!” seru Kelabora dengan lantang. Ia menuntut keterlibatan pihaknya dan Pemerintah Daerah MBD dalam setiap prosesi sakral, terutama saat groundbreaking di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Bagi Kelabora, ini bukan sekadar formalitas, melainkan harga diri dan pengakuan atas nama pulau leluhur mereka—Marsela, yang kini melegenda sebagai lokasi ladang gas raksasa .

Baca juga :  FERADI WPI Dampingi Uun/Fam Fuk Tjhong dan Istri Ajukan Perlindungan ke LPSK, Tim Soroti Dampak Fisik dan Psikis Pasca Dugaan Kekerasan*

“Mengapa kami harus dihadirkan? Karena nomenklatur yang dipakai adalah nama pulau kami!” tegasnya. “Kami adalah daerah penghasil sekaligus daerah terdampak. Jika Pemerintah daerah MBD dan tokoh adat Marsela tidak dilibatkan sebagai Tuan Rumah, kami menyatakan keberatan yang sekeras-kerasnya!” .

Suara lantang ini bukan tanpa konsekuensi. Dalam pernyataan eksklusifnya, Ruben Kelabora mengirimkan sinyal ancaman yang mencekam: Jika aspirasi ini diabaikan oleh Pemprov Maluku, Pempus, Kementerian SDM, SKK Migas, hingga operator raksasa Jepang, INPEX, maka pihaknya akan mengambil langkah ekstrim .

Baca juga :  Cegah Radikalisme dan Kekerasan pada Anak, Dirreskrimum Polda Sulbar Lakukan Supervisi ke Polres Mamasa

“Kami akan menyatakan sikap dengan memboikot seluruh kerja Blok Migas Abadi Masela,” ancamnya. “Cara kami? Kami akan melakukan upacara ritual adat sakti untuk menghilangkan dan melenyapkan GAZ ABADI yang ada di perut bumi kandungan Pulau Marsela!” ujarnya, menggetarkan .

Ancaman “ritual adat untuk melenyapkan gas” ini jelas menjadi bola panas bagi pemerintah dan investor. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten KKT dan aparat keamanan terlihat terus mematangkan persiapan, bahkan menggelar rapat maraton untuk menyambut rencana kunjungan Presiden RI . Namun, Kelabora meminta semua pihak untuk menahan diri dan membatalkan agenda groundbreaking hingga ada keputusan bersama yang melibatkan dirinya sebagai Tuan Rumah.

Baca juga :  Tinjau Lokasi Terdampak Rob di Pati, Gubernur Jateng Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul Tunggulsari

“Ini adalah harapan kami. Kami tunggu respons!” pungkasnya, memberi jeda bagi semua pihak sebelum badai benar-benar meletus.
Ancaman “Ritual Sakti” Hantam Proyek Masela: Tuan Rumah Pulau Marsela Minta Groundbreaking Dibatalkan!

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!