Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

1.025 Mahasiswa UPS Tegal Siap Mengabdi di 70 Desa, Rektor: Jadilah Agen Perubahan yang Membawa Inovasi untuk Negeri

101
×

1.025 Mahasiswa UPS Tegal Siap Mengabdi di 70 Desa, Rektor: Jadilah Agen Perubahan yang Membawa Inovasi untuk Negeri

Sebarkan artikel ini
1.025 Mahasiswa UPS Tegal Siap Mengabdi di 70 Desa, Rektor: Jadilah Agen Perubahan yang Membawa Inovasi untuk Negeri
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Universitas Pancasakti (UPS) Tegal kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 1.025 mahasiswa resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Bina Desa Sakti (BDS) Tahun 2026, yang akan dilaksanakan di 70 desa yang tersebar di sembilan kabupaten, yakni Purworejo, Indramayu, Cirebon, Wonosobo, Tegal, Brebes, Kebumen, Pemalang, dan Ngawi.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Taufiqulloh, M.Hum., yang berpesan agar para mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan semangat pengabdian.

Baca juga :  Sorotan Anggaran: Alokasi APBD Batam 2026 untuk Instansi Vertikal dan Tantangan Transparansi

Dalam sambutannya, Prof. Taufiqulloh menegaskan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah menjadi karya dan aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif. Kehadiran mereka di tengah masyarakat harus membawa manfaat yang nyata sekaligus menjadi cerminan slogan Universitas Pancasakti Tegal, yakni Inovatif, Adaptif, Global,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seluruh program kerja mahasiswa diarahkan untuk memperkuat lima pilar utama pembangunan desa, meliputi sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, serta penguatan jati diri dan karakter masyarakat.

Baca juga :  Hari Terakhir Latihan,Paskibra Terpilih:Gladi Resik Siap Kibarkan Merah Putih dl Perbatasan

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh pengetahuan baru dan merasakan manfaat yang berkelanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.

Prof. Taufiqulloh juga mendorong mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan zaman dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Salah satunya melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai sarana edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai bidang.

Mahasiswa yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi diharapkan dapat mengenalkan penggunaan kecerdasan buatan secara bijak dan produktif, sehingga masyarakat semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat lokal maupun global.

Baca juga :  HUT KE-18 MBD: PLT CAMAT KISAR SELATAN DAN SELURUH JAJARAN BEKERJA SETULUS HATI, HADIRKAN SEMARAK SEDERHANA PENUH DOA

Melalui Program Bina Desa Sakti 2026 ini, UPS Tegal berharap kehadiran mahasiswa mampu menjadi penggerak lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, inovatif, serta berdaya saing, sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!