Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
NewsNusa Tenggara Barat

Ketua Bhayangkari Daerah NTB Kunjungi Anak Korban Kekerasan di Ponpes Lombok Tengah.

68
×

Ketua Bhayangkari Daerah NTB Kunjungi Anak Korban Kekerasan di Ponpes Lombok Tengah.

Sebarkan artikel ini
Ketua Bhayangkari Daerah NTB Kunjungi Anak Korban Kekerasan di Ponpes Lombok Tengah.
banner 468x60

 

LOMBOK TENGAH.- penasuara.com– Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Ny. Bulawan Widi Hastuti Kalingga, bersama jajaran pengurus mendampingi Kapolda NTB dan Kakanwil Kemenag NTB melaksanakan kunjungan kemanusiaan ke rumah anak yang menjadi korban kekerasan di lingkungan salah satu pondok pesantren, Selasa (7/7/2026).

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kunjungan ini ditujukan kepada korban dari peristiwa yang terjadi pada Desember tahun lalu di Kabupaten Lombok Tengah.

Rombongan bergerak ke beberapa titik untuk melihat langsung kondisi para korban. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman korban atas nama Sahil Al Hadri di Dusun Gontoran, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Selanjutnya, rombongan juga bertolak untuk memantau kondisi korban kedua yang berada di Desa Karang Sidemen.

Baca juga :  Polsek Mamasa Gerak Cepat Mediasi Perkelahian Dua Pemuda di Rambusaratu, Berakhir Damai

. mendapatkan perawatan yang lebih intensif, kedua anak yang mengalami luka cukup parah tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram atas persetujuan dari pihak orang tua.

Ketua Bhayangkari NTB, Ny. Widi Kalingga, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk empati nyata dan kepedulian mendalam dari institusi Polri serta Bhayangkari.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama rekan-rekan Bhayangkari NTB dapat mendampingi Kapolda dan Kakanwil Kemenag NTB datang langsung ke rumah korban. Ini adalah bentuk empati kita melihat kondisi anak-anak kita yang mengalami luka cukup parah akibat peristiwa Desember lalu,” ujar Ny. Widi.

Baca juga :  Rumah Subsidi Bertransformasi, Mutiara Batang Hadirkan Hunian Nyaman dengan Fasilitas Lengkap

Selain memberikan santunan untuk meringankan beban ekonomi keluarga, Bhayangkari NTB juga berfokus memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada korban serta ibu mereka yang terus setia mendampingi selama masa pemulihan.

“Alhamdulillah, untuk perawatan lanjutan, kedua korban sudah kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif,” imbuhnya.

Ny. Widi menegaskan bahwa perhatian mereka tidak hanya berhenti pada pemulihan kesehatan fisik dan psikologis saja, melainkan juga menyangkut masa depan anak-anak tersebut.

“Kelanjutan masa depan pendidikan korban juga menjadi perhatian utama kita,” tegasnya.

Dijelaskan, saat ini pihak Kakanwil Kemenag NTB tengah bergerak cepat mengurus perpindahan data Dapodik korban.

Langkah ini diambil agar mereka dapat segera melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dengan fasilitas beasiswa penuh hingga lulus.

Baca juga :  PULUHAN WARUNG DI COMAL BARU DIBONGKAR, DIDUGA JADI LOKASI PROSTITUSI DAN PEREDARAN MIRAS

Aksi kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mampu menyembuhkan trauma fisik dan mental para korban, melainkan juga menjadi momentum penting bagi perbaikan sistem pengawasan serta perlindungan anak di seluruh lingkungan pondok pesantren di wilayah Nusa Tenggara Barat.

 

D Rinaldy(RN)

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!