Maluku,pewartamedia.Com-Seorang pemuda berusia 20 tahun asal Desa Persiapan Mesiapi, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, telah mengikuti seleksi masuk Tentara Nasional Indonesia sebanyak empat kali, namun hingga kini belum dinyatakan lulus.
Pemuda tersebut bernama Hendrik Rupilu. Ia dikenal sebagai anak yang rajin dan senantiasa membantu kedua orang tuanya, keseharian Orang tuanya bekerja sebagai petani dan menggantungkan hidup dari hasil bertani di kampung halamannya.
Meski sudah empat kali berusaha, nasib belum berpihak kepadanya. Namun semangatnya belum padam. Keluarga berharap pada upaya kelima nanti cita‑citanya dapat tercapai.
“Anak kami memiliki postur tubuh yang baik dan memenuhi syarat fisik. Kami berharap kali kelima dapat diterima,” ujar keluarganya.
Selain itu, mereka juga ingin meluruskan rumor yang sering beredar di masyarakat, Sebagai warga yang tinggal di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor‑Leste, mereka menyampaikan harapan sekaligus pertanyaan:
“Kami ingin membantah kabar yang mengatakan agar lolos seleksi harus membayar uang. Apakah hal itu benar adanya? Sebab kami hanya keluarga petani sederhana dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar sejumlah uang.”
Bagi warga perbatasan seperti mereka, menjadi anggota TNI bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga bentuk pengabdian menjaga wilayah paling depan negara. Meski sudah empat kali belum berhasil, semangat Hendrik dan dukungan keluarga tetap utuh. Semoga pada seleksi kelima nanti usaha dan ketekunannya berbuah hasil baik.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















