Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Bupati Tegal: Tradisi Sedekah Laut Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Pesisir

119
×

Bupati Tegal: Tradisi Sedekah Laut Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Pesisir

Sebarkan artikel ini
Bupati Tegal: Tradisi Sedekah Laut Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Pesisir
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Tradisi Larung Sedekah Laut Nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan kembali digelar di TPI Larangan, Kecamatan Kramat, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan tahunan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang diperoleh, sekaligus upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah terkait, unsur pemerintah kecamatan, instansi kelautan dan perikanan, organisasi nelayan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Baca juga :  Dua Orang Operator Pompa SPBU Di Wilayah Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dalam sambutannya, Bupati Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat nelayan TPI Larangan yang terus menjaga tradisi Sedekah Laut sebagai bagian dari identitas budaya pesisir Kabupaten Tegal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Sedekah Laut Nelayan TPI Larangan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan serta kemanfaatan bagi seluruh masyarakat, khususnya para nelayan,” ujar Ischak.

Menurutnya, tradisi Sedekah Laut tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga mengandung pesan spiritual, kebersamaan, dan gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat pesisir.

Baca juga :  Polri Melayani dengan Hati: Perjuangan Evakuasi Nenek Sania dari Pegunungan Mambi Wilayah Hukum Polda Sulbar

Melalui tradisi tersebut, masyarakat diajak untuk senantiasa mensyukuri karunia Tuhan atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal mendukung berbagai kegiatan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Tradisi seperti Sedekah Laut dinilai mampu memperkuat identitas daerah, menjaga harmoni sosial, serta menjadi daya tarik budaya yang berpotensi mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Pelaksanaan Larung Sedekah Laut Nelayan TPI Larangan tahun ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun sektor perikanan yang maju, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat nelayan.

Baca juga :  Ops. Antik Mahakam 2026, Ditresnarkoba Polda Kaltim Ringkus Bandar Sabu di Kukar

Dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya yang diwariskan para leluhur, masyarakat nelayan TPI Larangan diharapkan terus berkembang menjadi komunitas pesisir yang tangguh, produktif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas mereka.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!