Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

38 Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Ruwat Bumi Cikendung, Ribuan Warga Padati Lereng Gunung Slamet

69
×

38 Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Ruwat Bumi Cikendung, Ribuan Warga Padati Lereng Gunung Slamet

Sebarkan artikel ini
38 Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Ruwat Bumi Cikendung, Ribuan Warga Padati Lereng Gunung Slamet
banner 468x60

Pemalang, penasuara.com – Suasana penuh semangat dan nuansa budaya menyelimuti Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, saat ribuan warga memadati kawasan desa untuk mengikuti tradisi Ruwat Bumi Cikendung.

Agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus komitmen menjaga warisan budaya leluhur.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Puncak perayaan ditandai dengan kirab 38 gunungan yang disusun dari beragam hasil pertanian warga.

Gunungan tersebut diarak mengelilingi kampung menempuh jarak sekitar tiga kilometer, dimulai dari Balai Desa Lama hingga berakhir di lapangan desa, disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.

Baca juga :  Meriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Jombang Gelar Turnamen Mini Soccer Bersarung

Keunikan tradisi ini terletak pada keterlibatan seluruh warga. Setiap Rukun Tetangga (RT) secara swadaya mengumpulkan hasil bumi masing-masing untuk dirangkai menjadi gunungan.

Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama, mulai dari proses pengumpulan hasil panen hingga penyusunan gunungan yang telah dikerjakan sejak beberapa hari sebelum acara berlangsung.

“Persiapannya dari kemarin, sudah tiga hari. Ini hasil bumi sendiri, warga patungan lalu disusun jadi gunungan,” ujar Uliana, warga RT 16 Desa Cikendung usai mengikuti prosesi kirab.

Baca juga :  Teladan Aparat Mengabdi, Aipda .yadi RT 02 RW 07 Tirtayasa Regensi Gerakkan Kebersihan Dan Keamanan Lingkungan

Tradisi Ruwat Bumi Cikendung tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas limpahan rezeki dari alam, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan antarwarga.

Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Desa Cikendung tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain menjadi daya tarik budaya, kemeriahan Ruwat Bumi juga diharapkan mampu mendorong potensi wisata budaya di Kabupaten Pemalang.

Baca juga :  Kapolda Sulbar Kunjungi Bandara Tampa Padang: Eratkan Silaturahmi, Perkuat Sinergi, dan Dukung Penerbangan Ramai Penggerak Ekonomi Daerah

Ribuan warga yang hadir membuktikan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat serta menjadi identitas yang patut terus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!