Lansot, PewartaMedia — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, semangat gotong royong masyarakat Desa Lansot, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, justru semakin terlihat. Warga secara murni bergotong royong melalui swadaya masyarakat mulai membangun bahu jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di desa.
Pembangunan bahu jalan tersebut memiliki panjang sekitar 1.400 meter, dengan rincian 2 x 705 meter, lebar 0,75 meter dan ketebalan 0,05 meter, dengan volume pekerjaan mencapai sekitar 53 meter kubik.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Warga secara bersama-sama bahu-membahu memberikan tenaga, waktu, maupun dukungan lainnya demi terwujudnya infrastruktur yang lebih baik bagi kepentingan bersama.
Sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Desa Lansot juga terlihat sangat dominan. Semangat persatuan dan kesatuan menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan pembangunan yang bersumber dari swadaya masyarakat.
Hukum Tua Desa Lansot, Danny Karundeng, SE, saat ditemui di lokasi pekerjaan jaga 1 Lansot, Selasa (11/8/2026), menjelaskan bahwa pembangunan bahu jalan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan warga dalam mendukung pembangunan desa.
Menurutnya, pemerintah desa sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang secara sukarela ikut berkontribusi dalam pembangunan.
“Ini adalah bentuk nyata persatuan dan kesatuan masyarakat. Di tengah efisiensi anggaran, warga menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kebersamaan dan kepedulian seluruh masyarakat,” ujar Danny.
Ia menambahkan, semangat gotong royong seperti ini menjadi modal penting bagi Desa Lansot dalam melaksanakan berbagai program pembangunan ke depan.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Pemerintah desa dan masyarakat harus terus bersinergi. Kalau kita bersatu dan saling membantu, berbagai pekerjaan untuk kepentingan masyarakat dapat kita wujudkan bersama,” tambahnya.
Pembangunan bahu jalan melalui swadaya masyarakat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengguna jalan, meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat, sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Lansot.
Semangat warga Desa Lansot ini sekaligus menjadi bukti bahwa persatuan, gotong royong dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah desa tetap menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















