Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
NewsSulawesi Selatan

Kualitas Udara Sulsel Memburuk akibat Asap Karhutla Kalimantan, Warga Diimbau Waspada

120
×

Kualitas Udara Sulsel Memburuk akibat Asap Karhutla Kalimantan, Warga Diimbau Waspada

Sebarkan artikel ini
Kualitas Udara Sulsel Memburuk akibat Asap Karhutla Kalimantan, Warga Diimbau Waspada
banner 468x60

Makassar, penasuara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar melaporkan adanya penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara di wilayah tersebut kini dikategorikan berada pada level sedang hingga kurang sehat. Kondisi ini dipicu oleh kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, menyampaikan bahwa hasil observasi mengindikasikan adanya material asap yang terbawa ke wilayah Sulsel.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Berdasarkan pengamatan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir, memang terpantau kondisi udara berada pada kategori sedang hingga kurang sehat,” jelas Asriani saat memberikan keterangan di Kantor BMKG Wilayah IV Makassar, pada Sabtu, (3/10/26)

Penurunan kualitas udara yang cukup signifikan, atau mencapai kategori kurang sehat, umumnya terjadi mulai tengah malam hingga menjelang siang hari, tepatnya sekitar pukul 11.00 WITA. Asriani memaparkan bahwa fenomena ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan asap karhutla, khususnya yang bersumber dari wilayah Kalimantan.

“Penyebab utamanya adalah asap dari kebakaran hutan. Berdasarkan data dari Automatic Weather Station (AWS), angin umumnya bertiup dari arah barat. Oleh karena itu, kemungkinan besar partikel asap dari Kalimantan terbawa angin menuju wilayah Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Asriani menjelaskan bahwa tingkat polusi udara di Sulsel sangat bergantung pada arah angin. Ketika angin berhembus dari arah timur, kualitas udara cenderung berangsur membaik dan indikator polusi menurun. Sebaliknya, jika arah angin kembali bertiup dari barat, risiko masuknya partikel asap ke wilayah Sulsel akan kembali meningkat, sehingga kualitas udara berpotensi kembali ke level kurang sehat.

Namun demikian, ancaman polusi udara tidak hanya datang dari arah barat. Angin dari timur juga berpotensi membawa partikel asap jika terjadi karhutla di wilayah timur Indonesia, seperti Papua atau Maluku. Di sisi lain, BMKG mengonfirmasi bahwa emisi gas buang dari kendaraan bermotor belum menjadi faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di Makassar dan sekitarnya.

“Faktor kendaraan tampaknya belum berpengaruh signifikan, kondisinya masih terpantau normal,” ujar Asriani.

Terkait proyeksi ke depan, BMKG Wilayah IV Makassar memperkirakan kondisi kualitas udara yang kurang sehat ini masih akan berlanjut selama beberapa hari. Hal ini sejalan dengan masih tingginya jumlah titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan di Kalimantan.

“Kemungkinan besar kondisi ini akan bertahan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terlihat dari masih kuatnya sebaran hotspot di wilayah Kalimantan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Konsentrasi asap tertinggi umumnya terjadi pada rentang waktu dini hari hingga pagi menjelang siang,” pungkas Asriani.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam-jam dengan kualitas udara buruk, serta menjaga kesehatan pernapasan.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!