Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
NewsNusa Tenggara Timur

Gempa M 7,7 Guncang NTT: Dua Orang Dilaporkan Tewas, Sejumlah Bangunan di Maumere Rusak Parah

431
×

Gempa M 7,7 Guncang NTT: Dua Orang Dilaporkan Tewas, Sejumlah Bangunan di Maumere Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Gempa M 7,7 Guncang NTT: Dua Orang Dilaporkan Tewas, Sejumlah Bangunan di Maumere Rusak Parah
banner 468x60

Flores, penasuara.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang perairan wilayah Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi pukul 05.58 WITA (04.58 WIB). Bencana ini dilaporkan telah merenggut setidaknya dua korban jiwa dan menyebabkan sejumlah warga luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa atau episenter berada di titik 30 kilometer lepas pantai laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman yang tergolong dangkal, yakni 15 kilometer.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Guncangan dahsyat dari gempa utama ini berdampak parah, terutama di wilayah Maumere. Sejumlah bangunan dan fasilitas publik mengalami kerusakan signifikan.

Baca juga :  Penuh Haru, Siswa Kelas 2 SDN Kuta Baru 1 Sampaikan Pesan Cinta untuk Sang Guru

Atap Gereja Paroki Santo Thomas Morus dilaporkan hancur sebagian. Selain itu, area fasilitas Pelabuhan Lorens Say Maumere juga mengalami kerusakan struktural akibat kuatnya guncangan.

“Sejauh ini dilaporkan ada dua orang meninggal dunia serta beberapa korban luka-luka yang saat ini sedang dalam proses evakuasi dan penanganan medis,” lapor pihak berwenang di lokasi terdampak.

Pasca-gempa utama, BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, telah tercatat setidaknya 37 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi, berkisar dari M 3,6 hingga M 6,2.

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian materil dan jumlah korban pasti.

Masyarakat yang berada di pesisir maupun sekitar lokasi terdampak diimbau untuk tetap waspada, menjauhi bangunan yang sudah retak atau rusak, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya dari sumber resmi.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!