MINAHASA SELATAN, penasuara.com — Pemerintah Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kegiatan Pemerintahan, Pembangunan dan Sosial Kemasyarakatan Triwulan III Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pantai Tamblang, Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WITA dan dihadiri kurang lebih 30 peserta dari unsur pemerintah, aparat keamanan, pemerintahan desa, BPD, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Turut hadir Camat Tatapaan Dr. Ciendy Meilanda Ivo Mongkareng, SH., MH, Pjs Danramil 1302-16 Tumpaan Pelda Frits Ponga, Kapolsek Tumpaan Iptu Teddy Talumepa, Pendamping Kecamatan Junior Sumilat, Sekretaris Kecamatan Tatapaan Jhonklief N.R. Karu, SE, para Hukum Tua se-Kecamatan Tatapaan, anggota BPD, serta tokoh masyarakat dan agama.
Dalam sambutannya, Camat Tatapaan Dr. Ciendy Meilanda Ivo Mongkareng menegaskan pentingnya menyamakan langkah sekaligus mengevaluasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tatapaan.
Menurutnya, koordinasi yang kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh instansi terkait sangat diperlukan agar berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Segala hambatan di lapangan dapat kita selesaikan bersama jika komunikasi terjalin dengan baik,” demikian penekanan dalam arahannya.
Camat juga menyampaikan sejumlah fokus utama dan program strategis yang perlu mendapat perhatian, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, percepatan program prioritas pemerintah di bidang pembangunan dan kesejahteraan sosial, serta menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Sementara itu, Pjs Danramil 1302-16 Tumpaan Pelda Frits Ponga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi musim kemarau yang saat ini berpotensi memberikan dampak terhadap masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan dapat menyebabkan kekurangan air bersih serta menurunnya debit sumur warga di wilayah Kecamatan Tatapaan.
Selain itu, sektor pertanian juga berpotensi terdampak, mulai dari pergeseran jadwal tanam, menurunnya produktivitas pertanian hingga risiko gagal panen pada sejumlah tanaman pangan.
Pelda Frits Ponga juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan. Kondisi lahan yang kering pada musim kemarau dinilai sangat rentan terhadap terjadinya kebakaran.
Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Warga yang merokok juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran.
“Di tengah kondisi musim kemarau, kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama. Jangan membakar lahan sembarangan dan jangan membuang puntung rokok di tempat yang mudah terbakar,” menjadi pesan yang disampaikan Pjs Danramil Tumpaan.
Senada dengan itu, Kapolsek Tumpaan Iptu Teddy Talumepa mengajak pemerintah setempat untuk terus membangun kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tatapaan.
Dalam kesempatan yang sama, Pendamping Kecamatan Junior Sumilat menyampaikan informasi mengenai program pendidikan pemerintah melalui Sekolah Rakyat, yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sebagai salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.
Program tersebut memiliki konsep sekolah gratis berasrama dengan dukungan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi bergizi, perlengkapan belajar hingga layanan kesehatan. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga rentan berdasarkan data kesejahteraan sosial.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan evaluasi kegiatan Triwulan III Tahun 2026, laporan penanggung jawab kegiatan serta keuangan Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, pembahasan progres penyebaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), antisipasi dampak musim kemarau, serta pembahasan berbagai isu terkini.
Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang dari pemerintah setempat, doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan Pemerintah Kecamatan Tatapaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.30 WITA. Rapat berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, BPD, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai persoalan sekaligus mempercepat pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Tatapaan.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















