Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
MalukuNews

KM Sabuk Nusantara 71 Ajukan Omisi Pelabuhan Moa pasca Keributan Penumpang

1038
×

KM Sabuk Nusantara 71 Ajukan Omisi Pelabuhan Moa pasca Keributan Penumpang

Sebarkan artikel ini
KM Sabuk Nusantara 71 Ajukan Omisi Pelabuhan Moa pasca Keributan Penumpang
banner 468x60

Maluku, penasuara.com – Pihak KM Sabuk Nusantara 71 mengajukan permohonan omisi Pelabuhan Moa, yang berarti kapal tidak akan menyinggahi pelabuhan tersebut pada pelayaran kali ini. Hal ini disampaikan oleh Jenny Samadara, Jurumudi KM Sabuk Nusantara 71, kepada awak media melalui pesan langsung (DM) pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya keributan antara sekelompok penumpang dan empat anak buah kapal (ABK) saat kapal berlabuh di Tiakur.

Kronologi Lengkap Peristiwa
Menurut penuturan Jenny Samadara, masalah bermula dari sekelompok penumpang yang mengaku sebagai rombongan gereja yang naik dari Pelabuhan Amahai.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Mereka ini katanya rombongan gereja yang naik dari Pelabuhan Amahai. Dari Amahai mereka sudah mulai konsumsi sopi sampai di Damer dan sampai di Romang — kapal sandar juga mereka turun beli, hingga mereka terlambat kapal dan mengejar kapal dengan menggunakan speed boat sebanyak 5 orang. Jadi dalam perjalanan mereka ini minum sopi terus.”

Setelah kapal tiba di Leti pada malam hari, pihak kapal mengumumkan melalui pengeras suara: penumpang yang akan turun di Pelabuhan Moa (Kaiwatu) dimaklumi bahwa Syahbandar mengarahkan kapal berlabuh di Tiakur, dikarenakan cuaca tidak bersahabat di area dermaga Kaiwatu.

Keputusan ini tidak diterima baik oleh kelompok penumpang tersebut. Mereka menuntut kapal tetap sandar di Moa, mendatangi ruang informasi, bahkan naik ke anjungan sebanyak lima kali untuk menemui Nahkoda. Meski sudah dijelaskan oleh pihak kapal dan Mualim 1, serta disarankan agar mereka menghubungi Syahbandar, mereka tetap tidak puas.

Keributan Memuncak
Saat kapal tinggal satu jam menuju Tiakur, suasana semakin memanas. Rombongan tersebut mulai berperilaku mengganggu: memutar musik dengan pengeras suara secara keras, memukul-mukul dinding kapal, dan berteriak melarang tangga kapal diturunkan — ancaman jika diturunkan, ABK akan dipukul.

Setelah kapal berlabuh jangkar dengan aman di Tiakur dan ada pengumuman untuk menurunkan tangga, tiga orang ABK yang keluar untuk menurunkan tangga justru dipukul oleh massa sebelum sampai ke tangga kapal. Satu orang ABK lainnya yang kemudian keluar juga terkena pukul.

“Pada akhirnya empat ABK tersebut membalas, namun mereka tidak bisa memukul sembarangan karena di situ juga ada penumpang yang tidak terlibat.”

Situasi baru mulai mereda setelah petugas KP3 Moa naik ke kapal melalui derek. Keempat ABK kemudian turun ke darat dan didampingi petugas kepolisian untuk mengambil keterangan.

Belum Selesai, Kapal Lakukan Omisi
Hingga saat ini, permasalahan tersebut belum mendapatkan penyelesaian. Sebagai dampak langsung dari peristiwa ini, KM Sabuk Nusantara 71 tidak menyinggahi Pelabuhan Moa pada pelayaran kali ini.

Seperti dilansir dari laman Facebook Info Nusantara.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Respon (1)

  1. Saya inginnentampaikan bahwa keputusan tersebut tdk arifdan bijak
    Saya minta spy pelaku disusut sesuai aturan yg ada …perlu diselidiki bahwa apa benar pelabuhan Kaiwatu kapal tidakbisa sandar.
    Jangan perbuatan segilincir irang lalu korban banyak orang
    Terkepas dari persialan tersebut saya minta pihak PELNI pengelola KM.71 spy
    Tolong basmukan rayap maimai bwgitu banyak penuhi kapalapalagi dek dek bawa jami manusia ya. Kasian anakkecil binatang alus itu masuk kelobang lobang
    Telinga bagaimana ….terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!