Maluku,penasuara.com — Suasana tegang berubah menjadi keributan di atas kapal penumpang Sabuk Nusantara 71, setelah kapal diarahkan untuk berlabuh di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan bukan di Dermaga Kaiwatu sesuai tujuan awal. Insiden ini memanas hingga terjadi bentrokan antara sekelompok penumpang dan empat Anak Buah Kapal (ABK).
Peristiwa itu bermula ketika kondisi cuaca di sekitar Dermaga Kaiwatu dinilai kurang bersahabat, sehingga pihak syahbandar mengeluarkan arahan agar kapal tidak bersandar di lokasi tersebut dan dialihkan berlabuh di Tiakur. Keputusan ini diambil demi faktor keselamatan pelayaran dan penumpang.
Namun, sejumlah penumpang yang naik dari Amahai dengan tujuan akhir Pulau Moa ternyata tidak menerima keputusan tersebut. Kekecewaan memuncak dan situasi memanas, hingga akhirnya meletus keributan antara rombongan penumpang dan empat ABK kapal.
Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa penumpang dalam rombongan yang terlibat keributan diduga berada dalam kondisi mabuk saat peristiwa berlangsung. Mereka dikatakan melampiaskan kekecewaan kepada pihak kapal atas dialihkannya tempat pemberangkatan. Empat ABK kapal sempat terlibat dalam upaya menghadapi dan meredakan situasi tersebut.
Seperti dilansir dari laman Facebook Info Nusantara, hingga saat ini kronologi lengkap pemicu keributan serta kondisi terkini para pihak yang terlibat masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang maupun pengelola kapal.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena keputusan pengalihan tempat berlabuh sebelumnya diduga berkaitan dengan pertimbangan keselamatan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung di Dermaga Kaiwatu. Masyarakat berharap pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















