Gresik, penasuara.com — Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi setinggi 2,5 meter yang melanda perairan Gresik–Bawean memutus total jalur transportasi laut. Dampak dari kelumpuhan armada penyeberangan ini tidak hanya mengisolasi mobilitas warga, tetapi juga memicu krisis pasokan medis darurat di wilayah kepulauan tersebut.
. menyelamatkan nyawa sang ibu yang tengah kritis, seorang pria asal Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean bernama Ridwan, rela merogoh kocek hingga Rp110 juta untuk menyewa satu unit pesawat komersial.
Stok Oksigen RSUD Menipis Akibat Cuaca Buruk
Sebelum dievakuasi, ibunda Ridwan, Minasuha, sempat menjalani perawatan intensif selama lima hari di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Pasien menghabiskan waktu dua hari di ruang UGD dan tiga hari di ruang ICU. Kondisi kesehatannya yang terus menurun mengharuskan pasien segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap di daratan.
Namun, seluruh kapal penyeberangan dilarang berlayar oleh otoritas berwenang demi alasan keselamatan. Hal ini berdampak langsung pada terhambatnya pasokan tabung oksigen dari Gresik menuju Bawean.
“Informasi yang saya dapat, persediaan oksigen menipis karena sudah beberapa hari tidak ada kapal berlayar. Kalau tidak dirujuk, oksigen yang dipakai ibu saya diperkirakan hanya bertahan sampai Minggu sore,” kata Ridwan saat dikonfirmasi media.”
Evakuasi Udara Penuh Syarat Medis
Khawatir pasokan oksigen rumah sakit habis sebelum kapal bersandar, keluarga mengambil keputusan cepat. Mereka memesan layanan penerbangan full charter langsung ke maskapai Susi Air. Pasien kemudian diterbangkan dari Bandara Harun Thohir Bawean menuju Bandara Juanda Surabaya untuk segera mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Ridwan membeberkan bahwa memiliki uang saja tidak cukup untuk melakukan evakuasi darurat semacam ini. Ia pun berharap agar peristiwa yang dialaminya bisa menjadi bahan evaluasi dan pelajaran berharga bagi pemerintah. Ketersediaan cadangan oksigen medis di fasilitas kesehatan kepulauan harus diperbanyak sebagai langkah antisipasi ketika cuaca buruk melanda tiba-tiba.
Respons Pemerintah Kabupaten Gresik
Menanggapi krisis kelangkaan oksigen yang terjadi di RSUD Umar Mas’ud Bawean, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bergerak cepat. Pihak dinas menyatakan bahwa kapal logistik memang tidak bisa beroperasi di lintasan tersebut akibat cuaca maritim yang buruk.
Sebagai solusi jangka pendek, Dinkes Gresik menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Selain itu, ada 80 tabung oksigen tambahan yang disiagakan di dermaga dan akan segera diberangkatkan begitu gelombang laut mereda dan kapal barang diizinkan berlayar kembali. Pemerintah daerah juga membuka opsi skenario distribusi logistik darurat via jalur udara bekerja sama dengan Koarmada II TNI AL jika cuaca buruk terus berlanjut.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















