Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Sarung Goyor Tembus 12 Negara, Bupati Tegal Dorong Industri Kreatif Berbasis Ekonomi Kerakyatan

90
×

Sarung Goyor Tembus 12 Negara, Bupati Tegal Dorong Industri Kreatif Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Sarung Goyor Tembus 12 Negara, Bupati Tegal Dorong Industri Kreatif Berbasis Ekonomi Kerakyatan
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Industri kerajinan Sarung Goyor Pohon Korma di Desa Pacul, Kabupaten Tegal, menunjukkan kiprah membanggakan di tengah geliat pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Produk kerajinan berbasis Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tersebut kini telah berhasil menembus pasar ekspor hingga 12 negara.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perkembangan tersebut mendapat perhatian dari Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau langsung aktivitas industri Sarung Goyor di Desa Pacul.

Dalam kunjungannya, Ischak mengapresiasi keberhasilan industri tersebut yang tidak hanya mampu memperluas pasar hingga mancanegara, tetapi juga menghadirkan pola kerja yang fleksibel dan memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh penghasilan.

Baca juga :  HUT ke-16 Desa Wiau Lapi Barat, Momentum Syukur dan Kebersamaan Masyarakat

Menurutnya, sistem kerja berbasis hasil produksi menjadi salah satu kekuatan yang membuat industri Sarung Goyor mampu tumbuh sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Produk ini telah diekspor ke 12 negara dan memberi kesempatan kerja bagi masyarakat dengan sistem yang fleksibel.

Sistem pembayaran berdasarkan hasil produksi memungkinkan ibu rumah tangga tetap memperoleh penghasilan tanpa meninggalkan kewajibannya,” ujar Ischak.

Ia menilai, model industri seperti Sarung Goyor Pohon Korma dapat menjadi contoh bagaimana sektor ekonomi kreatif mampu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Bukan sekadar menghasilkan produk bernilai ekonomi, keberadaan industri tersebut juga membuka peluang peningkatan keterampilan masyarakat melalui proses produksi berbasis ATBM.

Baca juga :  *Penanganan Perkara Uun/Fam Fuk Tjhong di Polda Banten diduga .l, Uun akan Mengadu ke Kapolri & Kabareskrim*

Sementara itu, pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Alkatiri, mengungkapkan bahwa usahanya baru genap satu tahun berdiri di Desa Pacul.

Meski tergolong masih relatif muda, perkembangan usaha tersebut dinilai cukup pesat.

Jamaludin mengaku bersyukur karena industri yang dibangunnya dapat berkembang sekaligus menjadi sentra pelatihan ATBM bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, baru satu tahun berdiri di Desa Pacul, usaha ini bisa berkembang dan menjadi sentra pelatihan ATBM,” ungkap Jamaludin.

Keberhasilan Sarung Goyor Pohon Korma menembus pasar internasional menjadi gambaran bahwa produk kerajinan lokal memiliki daya saing ketika dikelola secara konsisten, inovatif, dan berorientasi pada kualitas.

Baca juga :  Pendapatan Turun,Belanja Naik: di Balik Perubahan APBD Toba 2026,Prioritas Dipertanyakan

Lebih dari sekadar komoditas ekspor, industri tersebut juga memperlihatkan bahwa tradisi menenun dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus bagian dari kekuatan ekonomi lokal Kabupaten Tegal.

Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, serta keterlibatan masyarakat, industri berbasis kerajinan lokal diharapkan terus berkembang dan mampu membawa nama Kabupaten Tegal semakin dikenal di pasar global.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!