Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Opini

Budi Rizkiyanto: “Perlawanan yang Sejati Tidak Pernah Lahir dari Kenyamanan”

78
×

Budi Rizkiyanto: “Perlawanan yang Sejati Tidak Pernah Lahir dari Kenyamanan”

Sebarkan artikel ini
Budi Rizkiyanto: “Perlawanan yang Sejati Tidak Pernah Lahir dari Kenyamanan”
banner 468x60

Sumatera Selatan, penasuara.com – Saya memberikan penghormatan kepada perjalanan hidup . Isti Nugroho yang selama puluhan tahun menunjukkan bahwa gagasan tidak dapat dipenjara, dan semangat tidak dapat dibungkam oleh kekuasaan.

Enam buku yang diluncurkan pada usia 66 tahun bukan sekadar pencapaian literasi, melainkan jejak sejarah tentang keteguhan seorang manusia yang memilih tetap berpihak kepada kebebasan berpikir, kebudayaan, dan nilai-nilai demokrasi. Karya adalah bukti bahwa waktu hanya mampu menua-kan raga, tetapi tidak mampu menua-kan idealisme.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pertemuan para aktivis, seniman, budayawan, dan tokoh demokrasi dalam tema “Persahabatan Demokrasi Tanpa Henti” menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak dibangun oleh kebencian, melainkan oleh keberanian menyampaikan gagasan, menjaga ruang dialog, dan merawat persahabatan meski berbeda pandangan.

Baca juga :  Advokat Rikha Permatasari Prihatin dan Siapkan Gugatan terhadap Presiden RI

Perjalanan sejarah bangsa juga mengajarkan bahwa setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Ada masa ketika kritik dibungkam, ada masa ketika kebebasan dibatasi. Namun sejarah membuktikan bahwa gagasan yang lahir dari kejujuran akan selalu menemukan jalannya.

Sebagai pemerhati kebijakan publik, saya memandang bahwa bangsa ini membutuhkan lebih banyak ruang bagi lahirnya pemikiran-pemikiran kritis yang tetap menghormati hukum, konstitusi, dan nilai-nilai demokrasi. Perbedaan pendapat tidak boleh diposisikan sebagai ancaman, melainkan sebagai energi untuk memperbaiki tata kelola negara.

Baca juga :  Komisi III DPR RI Diam atau Belum Mendengar? Dr. (c) Adv. Rikha Permatasari Pertanyakan Nasib Pencari Keadilan Teguh Riyanto

Etos perlawanan yang sesungguhnya bukanlah perlawanan yang dipenuhi amarah, tetapi keberanian untuk tetap menyuarakan kebenaran, menolak ketidakadilan, melawan korupsi, membela hak-hak rakyat, dan menjaga nurani kebangsaan tanpa kehilangan kemanusiaan.

Semoga karya-karya . Isti Nugroho menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa pena, ilmu pengetahuan, seni, dan keberanian moral akan selalu lebih panjang usianya daripada kekuasaan yang datang dan pergi.

Baca juga :  Salah Alamat! "Londo Ireng" Bukan Jurnalis dan LSM, Melainkan Penjaga Demokrasi dari Penguasa yang Mengkhianati Rakyat

Selamat atas peluncuran enam buku dan milad ke-66. Semoga terus menjadi cahaya bagi perjalanan demokrasi, kebudayaan, dan kehidupan intelektual Indonesia.

Budi Rizkiyanto Pemerhati Kebijakan Publik

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!