Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Sirene Damkar Menggema di SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, 357 Siswa Dibekali Jurus Hadapi Kebakaran

89
×

Sirene Damkar Menggema di SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, 357 Siswa Dibekali Jurus Hadapi Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Sirene Damkar Menggema di SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, 357 Siswa Dibekali Jurus Hadapi Kebakaran
banner 468x60

Tegal, penasuara.com — Suara sirene mobil pemadam kebakaran (Damkar) menggema di halaman SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

Namun, kali ini bunyi sirene tersebut bukan pertanda datangnya musibah, melainkan menjadi bagian dari edukasi keselamatan dan mitigasi kebakaran bagi warga sekolah.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebanyak 357 siswa kelas VII, VIII, dan IX mengikuti pelatihan keselamatan kebakaran yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan SMP Ma’arif NU Dukuhwaru.

Kegiatan tersebut menghadirkan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal yang memberikan edukasi sekaligus praktik menghadapi kondisi darurat.

Baca juga :  Waspada Phubbing! Kebiasaan Sibuk Bermain Handphone Dapat Merusak Hubungan Sosial dan Menurunkan Kepedulian terhadap Sesama

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membentuk kesiapsiagaan, sehingga warga sekolah tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.

Kepala SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, Aifi Zufiah, mengatakan edukasi mitigasi kebakaran merupakan bekal penting yang perlu dimiliki seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan mengingat lingkungan sekolah berada di kawasan permukiman yang cukup padat dan berdekatan dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Melalui kegiatan ini kami ingin siswa maupun guru mengetahui cara mengantisipasi dan menangani kebakaran dengan benar.

Baca juga :  Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV Kodam IV/Diponegoro Resmi Difungsikan, Perkuat Akses dan Perekonomian Warga Sikasur

Alhamdulillah selama ini di sekolah kami tidak pernah terjadi kebakaran, dan kami berharap jangan sampai ada musibah seperti itu,” ujar Aifi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan adanya edukasi sejak dini, siswa diharapkan mampu memahami langkah yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran, mulai dari mengenali sumber bahaya, melakukan tindakan pencegahan, hingga mengetahui kapan harus meminta bantuan petugas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan jauh lebih baik daripada kepanikan ketika bencana telah terjadi.

Baca juga :  Viral Paksa Nasabah Bayar Parkir, Resmob dan URC Polresta Mamuju Sigap Amankan Juru Parkir

Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang untuk membangun karakter tanggap, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan bersama.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!